BMKG peringatkan angin kencang-gelombang tinggi di Lampung

id bmkg,gelombang tinggi

Ilustrasi hujan angin (FOTO:ANTARA Lampung/Ist)

Secara umum wilayah Lampung pagi hari diprakirakan cerah berawan hingga berawan
Bandarlampung  (Antaranews Lampung) - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan peringatan dini kewaspadaan kondisi cuaca buruk angin kencang dan gelombang tinggi diperkirakan terjadi pada sejumlah wilayah di Provinsi Lampung Jumat hingga Sabtu (15/9) pagi.

Menurut BMKG, seperti disampaikan dalam rilis Tim Forecaster on Duty Stasiun Meteorologi Radin Inten II Lampung, di Branti, Jumat, peringatan kewaspadaan potensi angin kencang diperkirakan di wilayah Lampung dan kewaspadaan potensi gelombang tinggi (2,5-4,0 meter) di wilayah perairan barat Lampung.

BMKG menyatakan pula, apabila terjadi perubahan cuaca yang signifikan akan diperbaharui dan diinformasikan melalui WhatsApp Group (0816404333) dan media sosial Facebook (Infocuaca BMKG Lampung) atau bisa diakses langsung via website http://www.stametlampung.com.

Prakiraan cuaca umum Provinsi Lampung berlaku 14 September pukul 07.00 WIB sampai dengan 15 September 2018 pukul 07.00 WIB, menyebutkan angin secara umum bertiup dari arah tenggara hingga barat daya dengan kecepatan antara 5-20 knots. Jarak pandang berkisar antara 4-10 km.

Suhu udara secara umum berkisar antara 22-33 derajat Celsius, kecuali Lampung bagian barat (Kabupaten Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat) berkisar antara 17-30 derajat Celsius.

Kelembapan udara secara umum berkisar antara 45-88 persen, kecuali Lampung bagian barat (Lampung Barat, Tanggamus, dan Pesisir Barat) berkisar antara 65-97 persen.

Secara umum wilayah Lampung pagi hari diprakirakan cerah berawan hingga berawan.

Siang hari berpotensi hujan di wilayah Kabupaten Lampung Selatan, Pesawaran, Tanggamus, Pringsewu, Lampung Barat, Lampung Tengah, dan Pesisir Barat.

Malam hari berpotensi hujan di wilayah Kabupaten Lampung Barat dan Tanggamus.

Dini hari diprakirakan cerah hingga cerah berawan.

 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar