Waykanan gelar Hari Bersih Sampah Sedunia

id Waykanan, hari bersih sedunia, peserta, bupati

Tumpukan sampah (Antara Lampung/Hisar Sitanggang)

Waykanan  (AntaraNews Lampung) – Kabupaten Waykanan, Lampung akan menggelar  Hari Bersih-Bersih Sampah Se-Dunia atau "World Clean Up Day" diadakan di Lapangan Sriwijaya Baradatu pada 15 September 2018. 
       
"Aksi Bersih Sampah Sedunia ini akan melibatkan masyarakat se-Kabupaten Waykanan, dan gerakan aksi bersih sampah serentak di 150 negara dengan melibatkan 5 persen dari populasi penduduk dunia," ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup Waykanan Anang Rusgianto, di Blambangan Umpu,  Waykanan, Senin.
       
 Menurutnya, kegiatan itu terdapat lima poin dalam aksi bersih sampah sedunia, yaitu sampah merupakan persoalan masalah dunia, Indonesia merupakan penghasil sampah yang sangat besa.
       
Kemudian, kesadaran masyarakat untuk membuang sampah pada tempatnya masih rendah, semangat gotong royong masyarakat semakin menurun dan pengetahuan masyarakat tentang bahaya sampah masih kurang. 
       
Ia menyebutkan, aksi bersih sampah sedunia ini akan terwujudnya sebuah kolaborasi yang masif dalam menyukseskan gerakan bersih-bersih serentak dengan membawa semangat perubahan terhadap penanganan sampah yang ada menuju dunia bebas sampah. 
         
"Semua lapisan masyarakat untuk bersama-sama turut ambil andil dalam membersihkan sampah secara serentak dalam waktu yang bersamaan demi menunjukkan semangat perubahan untuk negeri ini," katanya. 
       
 Anang menjelaskan dengan kegiatan ini masyarakat dapat memiliki rasa tanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan oleh setiap individu masing-masing serta memilah sampah yang baik dan benar serta mempraktikkannya dalam kehidupan sehari-hari, menjadikan reduce, reuse dan recycle sebagai budaya dalam upaya penanganan sampah serta ikut mendukung Event World Up Day yang menargetkan 350 juta penduduk dunia dalam upaya membersihkan sampah secara serentak di 150 Negara pada 15 September 2018.
         
"Dunia menargetkan 350 juta penduduk dunia di 150 Negara, Indonesia dengan target 13 juta peserta, sementara untuk Lampung menargetkan 1 juta peserta dan Kabupaten Way Kanan dengan target 400 ribu peserta di 14 Kecamatan dan 227 Kampung," jelas Anang.
         
Sekretaris Daerah Kabupaten, Saipul, mengatakan bahwa Kabupaten Waykanan akan ikut berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih sampah serentak se-dunia yang acara seremonialnya akan dipusatkan di Lapangan Sriwijaya Kecamatan Baradatu dengan  peserta di seluruh Kabupaten Way Kanan mulai tingkat Kabupaten sampai tingkat kampung.
         
 "Untuk dinas yang memiliki UPT seperti PMK, Kesehatan, Pendidikan, Industri dan Perdagangan, Perkebunan, PU, Bapenda, Porapar serta instansi vertikal seperti Polres, Kodim, Kementerian Agama untuk dapat mengintruksikan kepada jajaran dibawahnya untuk berpartisipasi dalam aksi tersebut dan melaporkan kegiatan kepada Dinas Lingkungan Hidup sebagai koordinator. 
       
"Kegiatan ini dapat dilaksanakan pada lingkungan sekitar perumahan, lingkungan kampung, fasilitas umum serta irigasi," ujar Saipul.
         
Bupati Waykanan Raden Adipati Surya mengatakan bahwa Kabupaten Waykanan akan ikut berpartisipasi dalam aksi bersih-bersih sampah tersebut yang akan dilaksanakan secara serentak di dunia pada 15 September 2018 berpusat di Lapangan Sriwijaya Kecamatan Baradatu.
       
   "Dunia menargetkan 5 persen peserta di dunia dan saya meminta untuk Kabupaten Waykanan  ikut berpartisipasi dalam aksi tersebut. Karena pada aksi grebek sampah lalu Kabupaten Way Kanan dinilai telah berhasil, maka pada aksi ini dengan target yang lebih banyak pesertanya diharapkan mampu mendapatkan hasil yang lebih baik dari aksi sebelumnya," ujarnya.
       
Adipati, menegaskan bahwa kegiatan tersebut jangan hanya dijadikan sebagai kegiatan seremonial saja tetapi yang dapat menumbuhkan aksi-aksi selanjutnya untuk menunjang penilaian Predikat Adipura.
       
"Bukan hanya setelah acara ini, tetapi harus secara terus menerus demi menciptakan Waykanan yang bersih pada 2021," tambahnya.
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar