Bupati: Festival Petik Lada tingkatkan agrowisata

id bupati lampung timur,chusnunia chalim,festival petik lada

Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim pada acara Festival Petik Lada Lampung tahun 2018 di Desa Putra Aji Dua Kecamatan Sukadana Kabupaten Lampung Timur, Rabu (5/9) (Foto: Antaralampung.com/Emir Fajar Saputra)

Ini merupakan upaya untuk meningkatkan potensi agrowisata dalam rangka mendongkrak perekonomian masyarakat di Lampung Timur, kata Chusnunia
Lampung Timur (Antaranews Lampung) - Bupati Lampung Timur Chusnunia Chalim mengatakan Festival Petik Lada Lampung tahun 2018 di Desa Putra Aji Dua Kecamatan Sukadana sebagai salah satu upaya meningkatkan agrowisata di Kabupaten Lampung Timur.

"Ini merupakan upaya untuk meningkatkan potensi agrowisata dalam rangka mendongkrak perekonomian masyarakat di Lampung Timur," kata Chusnunia Chalim, di Sukadana, Rabu.

Menurutnya, Festival Petik Lada 2018 merupakan salah satu dari dua puluh dua rangkaian agenda Kalender Wisata Kabupaten Lampung Timur Tahun 2018.

Nunik, sapaan akrabnya, menyampaikan harus berkaca pada sejarahnya, sejak tahun 1511 Masehi lada Lampung telah masuk pasaran Eropa maupun pasaran dunia, dan menjadi raja perdagangan rempah-rempah yang sangat penting. Saat itu para pedagang Eropa telah mengetahui bahwa Lampung merupakan penghasil komoditas lada terbesar di bumi Nusantara.

Selain itu pada acara festival petik lada ini merupakan upaya membangun kembali Kejayaan Lampung Timur sebagai Tanah Lado warisan leluhur tersebut, juga dimeriahkan dengan berbagai kegiatan seperti seminar, pameran, dan masih banyak lainnya.

"Bahwa semua rangkaian festival yang digelar di Lampung Timur pada dasarnya mempunyai falsafah masing-masing, dari sekian festival yang sudah dilaksanakan semuanya punya falsafah, dan khususnya Festival Petik Lada ini juga ada falsafahnya yaitu agar masyarakat kembali menanam lada, kembali bersama-sama mengembalikan kejayaan Lampung Timur sebagai penghasil lada," katanya

Nunik mengharapkan agar petani lada dapat kembali menanam dan melestarikan kembali bagaimana supaya lada berjaya, agar meningkatkan ekonomi masyarakat.

 
Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung Dessy Desmaniar Romas pada acara Festival Petik Lada Lampung tahun 2018 di Desa Putra Aji Dua Kecamatan Sukadana Lampung Timur, Rabu (5/9) (Foto: Antaralampung.com/Emir Fajar Saputra)

Kepala Dinas Perkebunan dan Peternakan Provinsi Lampung Dessy Desmaniar Romas mengatakan pada tahun 2016, luas areal tanaman lada di Lampung mencapai 45.882 ha dengan produksi mencapai 15.128 ton lada hitam dengan produktivitas 449 kg/ha dengan melibatkan 62.778 kepala keluarga yang tersebar di 5 kabupaten sentra lada, seperti Kabupaten Lampung Utara, Lampung Timur, Way Kanan, Lampung Barat, Tanggamus, dan hampir seluruhnya dikelola oleh rakyat (99,90 persen).

Menurutnya, terdapat beberapa persoalan yang selama ini menjadi momok bagi petani lada yaitu rendahnya produktivitas tanaman karena banyaknya tanaman tua dan rusak, serangan hama penyakit, belum menggunakan benih unggul, mutu produk pada umumnya masih rendah serta pengurangan areal lada.

Berdasarkan kondisi dan permasalahan yang dihadapi maka pemerintah menempuh berbagai kebijakan seperti peningkatan produksi, produktivitas dan mutu tanaman lada melalui peningkatan investasi, kemampuan SDM, pengembangan kelembagaan dan kemitraan, dan pengembangan sistem infomasi pasar dan manajemen.

"Sejak tahun 2014 sampai dengan tahun 2018 melalui dana APBN dan APBD telah banyak memfasilitasi pengembangan lada di Provinsi Lampung termasuk Lampung Timur," katanya

Ia menjelaskan Kabupaten Lampung Timur beberapa tahun ke belakang ini mendapatkan bantuan dari Pemerintah Pusat dan daerah berupa program rehabilitasi seluas 2.050 ha, program intensifikasi seluas 3.150 ha berupa bantuan pupuk dan lain lain.

 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar