BUMN Hadir - peserta SMN melihat proses produksi semen

id peserta smn, kunjungi pabrik semen, baturaja,smn, bumn hadir untuk negeri

Senior Manajer Head Office Panjang Plan PT Baturaja Joko Susilo memberikan pengarahan kepada peserta SMN, Kamis (16/8). (Foto: Antaralampung.com/Emir Fajar Saputra)

Kami menjelaskan tentang proses produksi semen di PT Semen Baturaja, agar peserta mendapat pemahaman tentang pabrik semen, mulai awal produksi hingga pemasaran semen ke masyarakat, kata Joko
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Para peserta dan pendamping Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Provinsi Gorontalo berkunjung dan melihat proses produksi semen di PT Semen Baturaja di kawasan Panjang, Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, Kamis (16/8).

Para peserta SMN diterima oleh Senior Manajer Head Office Panjang Plan PT Semen Baturaja Joko Susilo dan memaparkan tentang proses produksi pembuatan semen, mulai dari awal hingga pemasarannya.

"Kami menjelaskan tentang proses produksi semen di PT Semen Baturaja, agar peserta mendapat pemahaman tentang pabrik semen, mulai awal produksi hingga pemasaran semen ke masyarakat," katanya. 

Menurut dia, pabrik semen adalah salah satu industri strategis yang menghasilkan produk untuk mendukung pembangunan infrastruktur di Indonesia.

Usai pemaparan, peserta SMN diajak berkeliling pabrik untuk melihat langsung proses pembuatan semen, mulai dari awal hingga menjadi semen yang umumnya banyak digunakan untuk membangun gedung atau rumah.

"Siswa perlu tahu bagaimana semen itu dibuat, mulai dari bahan baku hingga pengepakan," katanya. 

Menurut Joko, untuk menghasilkan semen harus melalui proses yang panjang, diperlukan beberapa bahan pokok, antara lain kapur, tanah liat, pasir silikat dan lainnya.

Pembangunan pabrik semen membutuhkan investasi yang sangat besar, sehingga industri semen menjadi salah satu industri penting yang dapat memberikan penghasilan bagi negara.

PT Semen Baturaja adalah salah satu Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan satu dari beberapa pabrik semen yang ada di Indonesia.

Kepada pserta SMN, Joko juga menjelaskan bahwa proses pembuatan semen dari awal hingga selesai bisa memakan waktu satu hari bahkan lebih, sehingga pembuatan semen memang cukup rumit. 

Selain itu, ketersedaan bahan baku harus terus terjaga, sebab jika salah satu tidak tersedia maka produksi semen akan terganggu.

Joko berharap dengan kunjungan ini, para peserta SMN asal Gorontalo dapat menyerap ilmu tentang proses produksi semen, khususnya di perusahaan BUMN tersebut.

Andre Wartabone, salah satu peserta SMN dengan keterbatasan fisik (disabilitas) mengatakan sangat berterima kasih karena berkesempatan mendapatkan penjelasan tentang produksi semen. 

Ia berharap produksi semen Baturaja semakin meningkat, bahkan bila perlu bisa meluaskan atau melebarkan sayap untuk membuka usaha di provinsi lain agar masyarakat bisa mendapatkan semen dengan harga lebih murah dengan kualitas yang baik. 

Sebelumnya, para peserta SMN asal Provinsi Gorontalo juga mengunjungi Stasiun Kereta Api (KA) Tanjung Karang dan berkesempatan menikmati perjalanan dengan kereta api ke Stasiun Rejosari, Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Dalam kinjungan itu, peserta SMN diterima langsung oleh Kepala PT Kereta Api Indonesia (KAI) Divisi Regional (Divre) IV Tanjung karang Suryawan Putra Hia didampingi beberapa pejabat Divre IV.

Suryawan mengatakan, kunjungan ini sangat bermanfaat bagi peserta SMN agar bisa memahami tugas dan fungsi PT KAI sebagai salah satu perusahaan transportasi dan perkeretaapian miliki negara (BUMN).

"Para siswa kita ajak berkeliling stasiun KA Tanjung Karang untuk mengetahui proses pembelian tiket, keberangkatan dan kedatangan penumpang," katanya.

Bahkan, pihaknya juga memberikan kesempatan kepada peserta SMN untuk menikmati perjalanan dengan kereta api dari Stasiun Tanjung Karang hingga Stasiun Rejosari, Natar, Kabupaten Pesawaran.

Peserta SMN Gorontalo telah berada di Lampung sejak 30 Agustus 2018, selain ke PT KAI, mereka selama dua hari juga ditempatkan di lingkungan TNI AL di Pantai Klara, Kabupaten Pesawaran untuk mendapatkan pembekalan tentang Bela Negara.

Mereka juga mengunjungi apotek milik PT Kimia Farma untuk mengetahui distribusi obat dan peran apotek serta mengunjungi Rumah Kreatif BUMN (RKB) dan rumah produksi keripik pisang di Bandarlampung.

Pertukaran peserta SMN antara Lampung dan Gorontalo merupakan bagian dari program "BUMN Hadir Untuk Negeri" menyambut HUT ke-73 Kemerdekaan RI yang diinisiasi oleh Kementrian BUMN.

Selama berada di Lampung hingga 20 Agustus 2018, peserta SMN asal Gorontalo berada dibawah tanggungjawab PT Semen Baturaja dibantu oleh dua BUMN lain yakni PT Kimia Farma dan Perusahaan Perdagangan Indonesia (PPI).

Ketiga BUMN ini juga melakukan seleksi terhadap peserta SMN Lampung yang telah diberangkatkan ke Provinsi Gorontalo sejak 11 Agustus 2018.

Selama berada di Lampung, peserta SMN juga mendapatkan pelatihan jurnalistik, penggunaan media sosial positif, pelatihan karya tulis ilmiah dan bedah buku program SMN 2017 serta akan mengunjungi Taman Nasional Way Kambas, salah satu habitat gajah dan Pusat Latihan Gajah. 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar