Kelangkaan pakan sebabkan kenaikan harga telur

id telur ayam

Ilustrasi--telur ayam. (ANTARA FOTO/Adeng Bustomi)

Meroketnya harga telur sebulan terakhir disebabkan minimnya pasokan akibat berkurangnya populasi ayam petelur, kata Yeka
Jakarta (Antaranews Lampung) - Ketua Pusat Kajian Pertanian Pangan dan Advokasi (Pataka) Yeka Hendra Fatika menduga kelangkaan pakan ayam ternak menyebabkan kenaikan harga telur dan daging ayam ras. 

"Meroketnya harga telur sebulan terakhir disebabkan minimnya pasokan akibat berkurangnya populasi ayam petelur," kata Yeka di Jakarta, Sabtu (21/7). 

Menurut Yeka, berkurangnya jumlah pelaku usaha akibat banyaknya pelaku usaha skala kecil yang bangkrut ketika harga jatuh dua tahun lalu sehingga populasi ayam petelur berkurang. 

Yeka memperkirakan sebanyak 30 persen peternak ayam kecil "gulung tikar" akibat harga telur yang terlalu rendah. 

Faktor lain yang lebih berpengaruh yakni penyebaran penyakit yang ditemui pada beberapa sentra penghasil telur akibatnya tingkat kematian mencapai 40 persen bahkan 100 persen. 

"Selain itu, juga ditemui penurunan produktivitas ayam petelur akibat serangan penyakit," ujar Yeka. 

Yeka menganalisa fenomena penurunan produktivitas tersebut lantaran adanya larangan pengunaan antibiotic growth promoter (AGP). 

Yeka mengatakan penyakit hewan ternak menyebabkan produktivitas lebih masif yang berdampak terhadap biaya produksi mahal. Akibatnya, harga telur juga menjadi mahal. 

"Tanpa adanya upaya dari pemerintah membenahi masalah ini, biaya produksi akan tetap mahal dan berimbas pada harga telur," ujar Yeka. 

Peneliti Indef, Ahmad Heri Firdaus menekankan kinerja pemerintah melalui Kementerian Pertanian dan pemangku kebijakan lain agar fokus mengatasi persoalan kenaikan harga telur. 

Heri menyatakan persoalan pakan ternak lantaran suplai jagung khusus pakan ternak domestik berkurang, sedangkan pemerintah menerbitkan Peraturan Menteri Pertanian Nomor 57 Tahun 2015 tentang pembatasan impor jagung. 

"Masalah pakan ini cukup krusial karena berdampak terhadap outputnya dalam hal ini adalah telur dan daging ayam," ungkap Heri. 

Saat ini, rata-rata harga ayam ras secara nasional berada pada angka Rp39.100 per kilogram, sedangkan harga telur ayam ras sudah mencapai Rp27.200 per kilogram.
 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar