Massa kembali demo kecurangan pilgub

id pilgub lampung, demo pilgub

Demo ribuan orang dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Lampung menuntut pembatalan Arinal Djunaidi-Chusnunia (Arinal-Nunik) sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Lampung pada Pilgub 2018, dengan mendatangi kantor Sentra Penegakan Hukum Terpadu (Gakkumdu) Lampung, di Bandarlampung, Senin (9/7). (FOTO: ANTARA Lampung/Ist)

Bandarlampung  (Antaranews Lampung) - Massa dari berbagai elemen masyarakat kembali melakukan demonstrasi menuntut pembatalan Arinal Djunaidi-Chusnunia (Arinal-Nunik) sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Lampung, karena diduga melakukan kecurangan yakni politik uang.

Para demonstran mendatangi kantor Gakkumdu, Bandarlampung, Selasa (10/7), menuntut pilgub ulang karena ada dugaan politik uang yang dilakukan oleh pasangan calon nomor urut 3 Arinal Djunaidi-Chusnunia.

Mereka melakukan orasi sambil meneriakkan yel-yel pelaksanaan pilgub Lampung harus diulang karena adanya dugaan politik uang tersebut.

Aksi demo itu berlangsung tertib dan lancar.

Ratusan petugas dari TNI-Polri terlihat di beberapa titik sekitar kantor Gakkumdu untuk mengamankan aksi demonstrasi massa.

Para pengunjuk rasa yang dipimpin Koordinator Lapangan Rachmat Husein itu terus meneriakkan pilgub ulang dan meminta Bawaslu mengusut tuntas politik uang.

"Pilgub Lampung adalah contoh nyata kecurangan dalam politik uang," kata Koordinator Lapangan Rachmat Husein, dalam orasinya di depan kantor Gakkumdu.

Dugaan politik uang tersebut, lanjutnya, dilakukan secara masif, terstruktur dan sistematis di Lampung yang dilakukan oleh tim pemenangan, relawan dan lainnya dari pasangan nomor urut 3.

Karena itu, ia meminta Bawaslu Lampung segera mendiskulifikasi pasanga nomor urut 3 Arinal Djunaidi-Chusnunia sebagai calon gubernur dan wakil gubernur Lampung, karena melakukan kecurangan yang terstruktur, sistematis, dan masif berupa politik uang.

"Kami juga meminta pemilihan gubernur ulang, karena Pilgub 27 Juni lalu berlangsung curang," ujarnya.

Sebelumnya, pada Senin (9/7) ribuan orang yang datang dari berbagai kabupaten/kota itu mendatangi Kantor Gakkumdu di Bandarlampung, Senin, menuntut pembatalan Arinal-Chusnunia sebagai cagub Lampung karena diduga telah melakukan politik uang.

Massa yang melakukan longmarch atau berjalan kaki sepanjang 1 km itu meminta Bawaslu untuk membatalkan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Lampung nomor urut tiga tersebut.

Bawaslu Lampung saat ini masih melanjutkan sidang pengaduan politik uang yang diajukan pasangan calon gubernur petahana M Ridho Ficardo-Bachtiar Basri dan Herman HN-Sutono.
 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar