Pemudik di Bakauheni minta jalur khusus balita

id idul fitri,jalur khusus balita, pemudik pejalan kaki, pelabuhan bakauheni,arus balik

Pemudik pejalan kaki masih mendominasi arus balik di Pelabuhan Bakauheni, Lampung Selatan, Kamis (21/6).  (Foto: Antaralampung.com/Ardiansyah)

Ya saya sih pengennya ke depan nanti di Bakauheni ada jalur khusus buat anak-anak, dari e-Tiket sampai lajur anak. Saya harus berhimpit-himpitan dengan orang dewasa
Bakauheni, Lampung Selatan (Antaranews Lampung) - Kepadatan arus balik Lebaran 2018 di Pelabuhan Penyeberangan Bakauheni, Lampung Selatan pada H+6 dipadati pemudik pejalan kaki yang masih mendominasi, sehingga pemudik yang membawa anak-anak Balita meminta jalur khusus. 

Berdasarkan data dari Posko Pelayanan PT ASDP Cabang Pelabuhan Bakauheni, Kamis, selama tiga hari ini jumlah penumpang arus balik terus meningkat, dalam sehari, sehingga kapal feri yang disediakan PT ASDP Bakauheni sedikitnya menyeberangkan 20.000 lebih pemudik pejalan kaki lewat Selat Sunda ke Pulau Jawa. 

Namun, dibalik kemeriahan dan kepadatan tradisi tahunan ini, masih ada pemudik membawa anak-anak berusia di bawah lima tahun (balita) yang mengeluhkan tidak ada jalur khusus untuk balita, sehingga saat antre mendapatkan tiket serta hendak masuk kapal, anak-anak mereka harus berdesakan di antara ribuan orang dewasa. 

Ribuan pemudik pejalan kaki yang membawa anak balita terpaksa harus mengantre hingga berjam-jam dan berdesakan saat berjalan di gangway dan mendapatkan tiket elektronik.

Para pemudik yang membawa balita pun harus ekstra hati-hati agar anaknya tidak lepas dari pegangan mereka. Tak jarang anak- anak itu menangis karena terhimpit di antara ratusan pemudik lainnya. Namun, umumnya mereka tak dapat berbuat apa-apa karena tidak ada jalur khusus balita di gangway. 

Yono (38), pemudik asal Lampung Timur yang akan kembali ke Tangerang mengharapkan ke depan di Pelabuhan Bakauheni ini ada jalur khusus pemudik yang membawa balita dan lansia. 

"Ya saya sih pengennya ke depan nanti di Bakauheni ada jalur khusus buat anak-anak, dari e-Tiket sampai lajur anak. Saya harus berhimpit-himpitan dengan orang dewasa," ujarnya pula.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rubi (35), seorang ibu dengan tiga anak yang sangat mengharapkan adanya jalur khusus anak-anak. 

"Kalau bisa nanti ke dapanya ada jalur khusus anak-anak lah mas, saya dan anak-anak harus berdesak-desakan mendapatkan e-Tiket sampai gangway mas," katanya pula. 

Puncak arus mudik khusus penumpang pejalan kaki diperkirakan terjadi pada hari Kamis ini, dengan jumlah 24.000 penumpang yang menyeberang ke Pulau Jawa, sedangkan arus mudik gelombang kedua diperkirakan akan jatuh pada Sabtu dan Minggu (23-24/6) besok, sebab masih ada sekitar 50.000 pemudik pejalan kaki dan 420.000 penumpang dalam kendaraan belum kembali ke Pulau Jawa.
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar