Jumlah WNI ke Rusia meningkat

id piala dunia, rusia,dubes indonesia untuk rusia,muhamad wahid suriyadi

Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Federasi Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi (Istimewa)

WNI yang ada di Rusia tercatat 878 orang, tapi jumlah rilnya saya kira lebih dari 1.000 orang. Sekitar separuhnya adalah mahasiswa, selebihnya `skilled labour` sebagai spa terapis sekitar 400-an, prosesional dan kawin campur, kata Wahid
Moskow (Antaranews Lampung) - Duta Besar Luar Biasa dan Berkuasa Penuh Indonesia untuk Federasi Rusia, Mohamad Wahid Supriyadi mengatakan jumlah warga negara Indonesia yang datang ke Rusia terus meningkat.

"WNI yang ada di Rusia tercatat 878 orang, tapi jumlah rilnya saya kira lebih dari 1.000 orang. Sekitar separuhnya adalah mahasiswa, selebihnya `skilled labour` sebagai spa terapis sekitar 400-an, prosesional dan kawin campur," kata dia di Moskow, Minggu (17/6).

Terkait jumlah WNI yang berkunjung sesaat dalam arti tidak menetap lama, Dubes Wahid mengaku belum punya catatan yang valid.

"Saya belum punya catatan WNI yang datang. Pastinya meningkat terus karena Rusia semakin populer bagi WNI. Tahun lalu sekitar 20 ribu WNI berkunjung ke Rusia sebagai turis atau meningkat lebih dari 300 persen. Tahun ini diperkirakan meningkat," jelas dia.

Sementara itu, lanjut dia, pada tahun 2018 sekitar 80 ribu turis Rusia berkunjung ke Indonesia atau meningkat 22,5 persen.

KBRI sejak 2016 menyelenggarakan Festival Indonesia atau FI, dan tahun ini yang ke-3. Pada FI pertama 20-21 Agustus di Hermitage Garden tahun 2016 didatangi sekitar 68 ribu orang, sedang yang kedua, 4-6 Agustus di taman yg sama seluas 6,5 ha didatangi 91600-an pengunjung selama tiga hari.

Tahun ini akan diselenggarakan tgl 3-5 Agustus di? Taman Krasnaya Presnya seluas 16,5 ha, atau 3 kali lebih luas sehingga target pengunjung 120 ribu.

"FI merupakan kegiatan terpadu trade, tourism, investment. Ada pertunjukan budaya, kuliner, fashion, workshop batik, wayang kulit dan lain-lain," kata dia.
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar