Dewan Militer Manbij tolak keras tentara Turki

id Milisi Kurdi, YPG, Kurdi Suriah

Seorang petempur perempuan Kurdi dari Kelompok Perlindungan Rakyat (YPG), kembali ke tempat seusai menerima kartu anggota kemiliterannya di Pusat Pelatihan Militer Ras a-Ain, 30 Januari 2015 (Reuters/Rodi Said)

Beirut (Antara/Reuters) - Juru bicara resmi Dewan Militer Manbij Suriah, milisi yang bersekutu dengan pasukan Demokratik Suriah dukungan Amerika Serikat (SDF) di bagian utara Suriah, mengatakan pada Rabu bahwa pihaknya tidak akan menerima kehadiran militer Turki di kota itu.

 "Kami tidak akan menerima itu," kata Sharfan Darwish, jubir dewan itu, kepada Reuters sebagai tanggapan atas pertanyaan apakah dewan tersebut akan menerima kehadiran militer Turki di kawasan Manbij.

Turki dan Amerika Serikat pada Senin mencapai persetujuan untuk bersama-sama memerintah Manbij.

Darwis mengatakan dewan itu "menunggu penjelasan dan klarifikasi dari koalisi pimpinan AS internasional" mengenai rincian perjanjian tersebut.

 Dikatakan dalam pernyataan sebelumnya, dewan itu tak mengetahui rincian peta jalan Turki-AS untuk Manbij pada Senin, tetapi menambahkan pihaknya mampu melestarikan keamanan dan tapal batas kota itu dari setiap ancaman yang datang dari luar.

Nasib Manbij menjadi fokus dari friksi antara AS dan Turki karena kehadiran YPG di sana. YPG adalah pasukan Kurdi Suriah yang merupakan milisi paling kuat di SDF tetapi Ankara memandangnya sebagai kelompok teroris.

YPG mengatakan pada Selasa para penasehat militernya akan meninggalkan kota itu, dan Dewan Militer Manbij mengatakan ini akan terjadi "dalam beberapa hari mendatang".

Ankara dibuat marah oleh dukungan AS bagi SDF yang didominasi YPG, dan berjanji awal pekan ini akan mengusir kelompok Kurdi tersebut dari Manbij dengan kekuatan, menimbulkan kemungkinan konfrontasi dengan pasukan AS di kawasan itu.

Penerjemah : M. Anthoni


 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar