Empat terduga teroris dimakamkan di pemakaman orang tak dikenal

id terduga teroris dimakamkan,pemakaman orang tak dikenal,terduga teroris surabaya

Selain di pemakaman orang tak dikenal, warga juga mengubur jenazah terduga teroris pemboman gereja dan Mapolresta di pemakaman kawasan Pucang, Sidoarjo, Jawa Timur, Minggu (20/5). (FOTO: ANTARA/Umarul Faruq)

Lokasi pemakaman orang tak dikenal ini ditujukan kepada jenazah yang tidak dikehendaki oleh keluarga mereka sehingga mereka dimakamkan di lokasi ini, katanya
Sidoarjo (Antaranews Lampung) - Sebanyak empat orang terduga teroris yang meninggal dunia terkait bom bunuh diri pada Minggu (13/5) lalu di Surabaya, Jawa Timur dimakamkan di pemakaman orang tidak dikenal di Sidoarjo.

Kabid Pelayanan Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Sidoarjo Wiyono, Senin (21/5), mengatakan keempat terduga teroris ini masing-masing Hari Sudarwanto, Dedy Sulistiantono, Ilham Fauzan dan juga Budhi Satrio.

"Awalnya kami menyiapkan sebanyak tujuh liang lahat untuk pemakaman hari ini, tetapi oleh Polda Jatim yang dikirim sebanyak empat peti jenazah," katanya saat dikonfirmasi di lokasi pemakaman.

Ia mengemukakan, lokasi pemakaman ini memang bisa dibilang sudah penuh, dengan asumsi rata-rata setiap tahun terdapat 70 orang jenazah yang dimakamkan di lokasi ini.

"Sejak digunakan pada kisaran awal tahun 1990 an, makam ini sudah penuh. Bahkan, untuk prosesi pemakaman yang berlangsung pada hari ini, kami harus memindahkan sebanyak tujuh makam lama, untuk ditempatkan ke lokasi yang baru," ucapnya.

Ia menjelaskan, ada juga beberapa satu liang lahat diisi sampai dengan dua jenazah dengan tujuan untuk menghemat lokasi pemakaman.

"Lokasi pemakaman orang tak dikenal ini ditujukan kepada jenazah yang tidak dikehendaki oleh keluarga mereka sehingga mereka dimakamkan di lokasi ini," katanya.

Lebih dari sepekan yang lalu, tepatnya pada Minggu (13/5) pagi, tiga gereja yang ada di Surabaya diserang oleh teroris dengan cara meledakkan diri dengan menggunakan bom. Akibat kejadian itu, belasan orang meninggal dunia dan puluhan orang mengalami luka-luka.
Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar