Ridho Ficardo Silaturahmi dengan Warga Bandarlampung

id Ridho Kunjungi Bandarlampung, Pilgub Lampung 2018, Ridho Ficardo

M Ridho Ficardo saat bersilaturahmi dengan warga Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung, Minggu (20/5). (FOTO: ANTARA Lampung/Ist)

Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Calon gubernur Lampung petahana Muhammad Ridho Ficardo bersilaturahmi dengan warga masyarakat RT 010, LK.II, Kelurahan Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung, Minggu (20/5) sore.

Kegiatan silaturahmi tersebut diisi dengan siraman rohani dan buka puasa bersama masyarakat setempat.

Dalam silaturahmi tersebut, M Ridho Ficardo didapuk oleh masyarakat untuk meresmikan Masjid Al-Furqon yang baru saja selesai dibangun.

Menurut Arpandi (50), tokoh masyarakat setempat bahwa masyarakat sangat gembira dengan dibangun masjid tersebut. "Kami sangat bergembira karena musala yang selama ini kami gunakan dapat dibangun menjadi sebuah masjid yang megah. Oleh karenanya kami berterima kasih kepada hamba-hamba Allah yang turut mambantu pembangunan masjid ini," katanya.

Terlebih, lanjut Arpandi, kegembiraan warga semakin lengkap, setelah pak Ridho dapat hadir untuk meresmikan masjid ini. Meskipun beliau tidak  pernah terucap, tapi kami semua masyarakat di sini tahu, kami sangat berterima kasih atas semua bantuan yang selama ini beliau berikan," ujar Arpandi pula.

Selesai buka puasa bersama, Ridho Ficardo kemudian melaksanakan Salat Maghrib berjemaah.

Usai kegiatan itu, masyarakat mendoakan semoga M Ridho Ficardo dapat terus memimpin sekaligus membangun Provinsi Lampung.

Setelah melakukan buka puasa bersama dengan warga masyarakat Kelurahan Way Dadi Baru, Kecamatan Sukarame, Bandarlampung itu, M Ridho Ficardo melanjutkan mengunjungi masyarakat Labuhan Ratu.

Ridho melakukan Salat Taraweh berjemaah, dan kemudian dilanjutkan dengan kegiatan dialog bersama masyarakat setempat.

Dalam kegiatan yang dipusatkan di kediaman Hedar Tayib tersebut, Ridho Ficardo memaparkan beberapa program unggulan yang berhasil dilaksanakan pada era kepemimpinan Ridho-Bachtiar. Beberapa di antaranya adalah keberhasilan Program Bos Daerah (Bosda). Dalam kurun waktu satu tahun sejak kewenangan SMA/SMK dialihkan ke pemerintah provinsi, saat ini sudah enam kabupaten yang digratiskan pembiayaan pendidikan para siswanya.

Kemudian Program Gerakan Membangun Desa Sang Bumi Rua Jurai (Gerbang Desa Saburai) yang berhasil mengentaskan desa tertinggal dari 380 desa tertinggal menjadi tinggal 119 desa saja, hanya dalam waktu kurang dari tiga tahun.

Selain itu, berbagai capaian dan penghargaan juga berhasil diraih, di antaranya adalah peringkat empat surplus padi nasional, kemudian tiga tahun berturut-turut meraih penghargaan terbaik nasional penanganan konflik sosial. Daya saing Provinsi Lampung juga melonjak dari posisi 25 ke peringkat 11 nasional di akhir tahun 2018. Pertumbuhan ekonomi Lampung selalu di atas rata-rata nasional, yakni 5,16 persen di atas rata-rata nasional hanya sebesar 5,06 persen.

Selain itu, Ridho juga menyoroti sinergi pemerintah pusat dan Pemerintah Provinsi Lampung saat ini terjalin dengan baik.

Hildan Yudas (48), salah satu warga setempat menyatakan kagum dengan kepemimpinan Ridho-Bachtiar yang kompak. "Pak Ridho dan pak Bachtiar itu saling melengkapi, yang satu muda, yang satu sangat dewasa. Kompak dan hangat dari dulu sampai sekarang, semoga bisa kompak terus memimpin Lampung sampai dua periode," ujarnya pula. (Rilis bb)
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar