Sumanto minta polisi tangkap penggelap motornya

id motor

Bukti Laporan (istimewa)



Bandarlampung (Lampung.antaranews.com) - Sumanto meminta polisi segera menangkap pelaku penggelapan sepeda motornya dan berharap alat transportasi utamanya untuk beragam aktivitas tersebut bisa kembali.



"Saya sangat berharap polisi segera menangkapnya dan motor saya kembali," kata dia di Bandarlampung.



Sumanto menjelaskan, ia telah melaporkan kejadian penggelapan tersebut ke Polsek Kedaton, Bandarlampung pada tanggal 8 Mei 2018, dengan tanda buki laporan Nomor:TBL/519/V/2018/LPG/RESTA BALAM/SEKTOR KDT yang diterima Ka SPK I Aipda Kabul Basuki.



Korban menjelaskan peristiwa tersebut terjadi pada Senin 7 Mei 2018. Saat itu ia mengerjakan perbaikan rumah Nadia di Jl Angkasa Lk III RT 03 Kelurahan Labuhanratu Raya, Bandarlampung, yang merupakan tetangganya.



"Sebenarnya ia datang ke rumah tanggal 5 Mei dan memaksa untuk segera memperbaiki bagian rumahnya yang bocor. Istri saya pun menyarankan agar dibantu kasihan karena janda. Saya minta waktu Senin," kata dia yang berprofesi sebagai tukang bangunan itu.



Sumanto ketika memasuki rumah Nadia melihat dua pemuda di dalam kamar sehingga mengetahui keduanya sebagai kerabat dari pemilik rumah yang akan diperbaikinya.



Pekerjaannya dapat diselesaikan hanya setengah hari, namun ketika akan pulang salah seorang pemuda itu memanggilnya dan mengatakan disuruh Nadia meminjam sepeda motornya untuk menjemput kerabat di Stasiun Labuhanratu.



Karena mendengar pemilik rumah yang meminta untuk meminjam sepeda motornya, Sumanto pun percaya dan segera memberikan kunci beserta STNK-nya. Namun, hingga 20 menit tidak kembali ia curiga dan menanyakan ke Nadia.



"Nadia bilang tidak tahu, dan tidak menyuruh," jelas Sumanto. Mendapat jawaban seperti itu ia pun panik dan meminta nomor kontak pemuda itu.



Namun tidak diberi dan alasannya tidak aktif. Begitu pula ketika diminta nomor kerabat mereka di Lampung Tengah maupun Pesawaran, Nadia tidak memberikannya.



Atas peristiwa tersebut, Sumanto melaporkan ke ketua RT setempat dan segera melaporkan ke Polsek Kedaton.



Kerugian atas penggelapan tersebut ditaksir sekitar Rp8 juta rupiah yakni dari sepeda motor Honda Revo (nomor mesin JBK3E-1053223, No rangka:MH1JBK31XEK053387), warna hitam tahun 2014 nomor polisi BE-6899 dan uang di dalam bagasi Rp600 ribu.



Selain itu, korban juga kehilangan STNK  kendaraan tersebut atas nama Rahmat Supriyono (anaknya), satu KTP,  SIM C. **



















 
Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar