AS-Korsel gelar latihan militer, Korut pertimbangkan pertemuan dengan Trump

id Korea Utara, Korea Selatan, denuklirisasi Korea

Dua pengebom strategis AS B-1B melakukan latihan dengan pesawat F-15 Korsel di atas kawasan Kyushu/file (Kementerian Pertahanan Jepang/japantimes.co.jp)

Seoul  (Antara/Reuters) - Korea Utara membuat pertemuan puncak bulan depan Kim Jong-un dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menjadi keraguan pada Rabu, mengancam kemajuan diplomatik dengan mengatakan kemungkinan mempertimbangkan kembali jika Washington bersikeras melakukan pelucutan nuklir sepihak.

Kantor berita resmi Korut KCNA mengatakan sebelumnya pada Rabu bahwa Pyongyang membatalkan pembicaraan tingkat tinggi dengan Seoul dalam tanda pertama masalah dari yang telah menghangatkan hubungan keduanya.

Dengan mengutip wakil pertama menteri luar negeri Korut, Kim Kye-gwan, KCNA kemudian mengatakan nasib temu puncak AS-Korut serta hubungan dwipihak "akan jelas" jika Washington berbicara tentang pelucutan nuklir "bergaya Libya" untuk Korut.

"Jika AS mencoba menyudutkan kami untuk memaksa pengabaian nuklir sepihak, kami tidak akan lagi tertarik pada pembicaraan tersebut dan tidak bisa, tetapi mempertimbangkan kembali melanjutkan ke pertemuan puncak DPRK-AS," kata Kim Kye-gwan, menyebut nama resmi Korut, Republik Demokratik Rakyat Korea.

"Kami menyatakan niat kami untuk denuklirisasi semenanjung Korea dan menegaskan beberapa kali bahwa prasyarat untuk denuklirisasi adalah untuk mengakhiri kebijakan permusuhan anti-DPRK dan ancaman nuklir serta pemerasan Amerika Serikat," katanya.

Pernyataan itu, digabungkan dengan persoalan latihan militer bersama oleh pesawat-pesawat tempur Korea Selatan dan AS, menandai pembalikan tajam sikap dari beberapa bulan belakangan, ketika kedua pihak menyambut upaya berunding.

Korut mengumumkan akan menutup tempat uji nuklirnya minggu depan. Trump dan Kim dijadwalkan bertemu di Singapura pada 12 Juni.

  Penerjemah : Devi/B. Soekapdjo

 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar