Delapan pesawat Lion Air terdampak erupsi

id Lion Air, Batik Air, Wing Air, erupsi Gunung Agung

Delapan pesawat Lion Air terdampak erupsi

Penumpang Lion Air tujuan Jakarta/file (Antara Lampung/istimewa)


Palembang ( Antaranews Lampung) - Sebanyak delapan pesawat Lion Air Group yang membawahi Lion Air, Batik Air, Wings Air kena dampak erupsi Gunung Agung sehingga terganggu penerbangannya dari dan ke Bandara Adisutjipto, Yogyakarta (JOG).

"Penerbangan Lion Air Group akan menyesuaikan dengan keputusan otoritas bandar udara dan airport dinyatakan aman untuk penerbangan," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Danang Mandala Prihantoro dalam siaran pers yang diterima di Palembang, Jumat.

 Langkah itu dilakukan sesuai pengumuman resmi dari otoritas bandar udara (notam) nomor No. B3565/18, yaitu operasional bandar udara kembali dibuka pukul 14.17 WIB pada Jumat (11/ 5), setelah penutupan dari dampak erupsi dan aktivitas Gunung Merapi.

 Hingga pukul 14.17 WIB, jaringan rute Lion Air Group yang terdampak, yaitu: Batik Air ID 7531 Jakarta Halim Perdanakusuma-Yogyakarta, Batik Air ID 7368 Cengkareng-Yogyakarta, Lion Air JT 569 Denpasar-Yogyakarta, Lion Air JT 522 Yogyakarta-Banjarmasin, Lion Air JT 565 Yogyakarta-Cengkareng, Lion Air JT 276 Yogyakarta-Pekanbaru, Lion Air JT 669 Balikpapan-Yogyakarta, serta Wings Air IW 1844 Yogyakarta-Surabaya
   
Lion Air Group berkoordinasi dengan pengelola bandar udara, AirNav selaku pengatur lalu lintas udara, petugas layanan di darat dan pihak terkait untuk menjalankan prosedur operasional sesuai aturan keselamatan penerbangan.

Untuk menjamin keselamatan dan keamanan penerbangan, operasional Lion Air Group sempat mengalami penyesuaian yang menimbulkan keterlambatan dan penundaan terbang. Lion Air Group telah memberikan informasi kepada seluruh pelanggan yang terganggu perjalanannya dan memperbarui sesuai perkembangan.

Kondisi operasional dari akibat gunung meletus termasuk keadaan yang terjadi di luar kemampuan sumber daya manusia dan perusahaan.   
   
Perusahaan menginformasikan bahwa material abu vulkanik dapat merusak pesawat, sehingga membahayakan penerbangan.

Dikatakan, perusahaan menyatakan, patuh dan menjalankan kebijakan bandar udara, pemerintah selaku regulator dan standar prosedur operasi (SOP) Grup Lion Air serta ketentuan internasional dalam menjalankan seluruh jaringan operasional.