Tingkatkan hasil panen Pemkab Waykanan beri bimbingan petani lada

id petani lada

Iluatrasi petani lada (Foto: istimewa)

Waykanan,  Lampung (Antaranews Lampung) - Pemerintah Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung berupaya terus meningkatkan hasil panen dan kualitas lada dengan memberikan bimbingan pengembangan pemberdayaan kelembagaan bagi petani lada setempat.

Kegiatan ini untuk pengembangan lada di Kabupaten Waykanan, agar bisa meningkat hasil panennya serta harga jual tambah meningkat, kata Kepala Dinas Perkebunan Kabupaten Waykanan, Bani Aras di Waykanan, Sabtu.

Menurutnya, kegiatan ini sangat penting bagi kelangsungan dan pengembangan produksi lada di Kabupaten Waykanan. Kegiatan tersebut diikuti oleh 35 orang kelompok tani lada se ? Kabupaten Waykanan dan di laksanakan di Kampung Bengkulu, Kecamatan Gunung Labuhan.

Ia menjelaskan, bahwa Lampung terkenal penghasil utama lada yang mempunyai peranan penting dalam perdagangan lada nasional. Waykanan menpunyai area sebanyak 3.872 hektare dengan hasil 413 ton.

Namun sayangnya, lanjut dia, dalam beberapa tahun terakhir terjadi pengurangan lahan area lada yang diakibatkan faktor kekeringan, serangan penyakit busuk pangkal batang, hama penggerak batang dan buah dan konversi areal lada baik untuk tambang maupun komidotas lain seperti sawit dan karet.

Dengan Bimbingan ini dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan petani lada, agar produksi tahun selanjutnya bisa meningkat sehingga pendapatan petani lada juga meningkat, dan menambah wawasan manajemen pengelolaan dan pasaran hasil perkebunan lada jauh berkualitas.

Ia menambahkan, akan mendorong Kabupaten Waykanan menjadi penghasil lada dan penyumbang lada terbesar di Provinsi Lampung.

Bani Aras mengharapkan, anggota yang mengikuti sekolah lapangan ini benar-benar serius dan menggunkanan kegiatan yang dibagi 16 kelas, serta mengikuti kegiatan sampai dengan selesai.

Sedangkan Kabid Pengembangan Usaha Dinas Perkebunan Waykanan, Rohim mengatakan, dalam upaya mewujudkan peningkatan hasil produksi perkebunan tidak terlepas dari berbagai macam masalah yang dihadapi, salah satunya yaitu penurunan kualitas dan kuantitas sumber daya lahan. "

Dari segi kualitas, lahan kita sudah mengalami degradasi yang luar biasa dari sisi kesuburannya karena akibat dari pemakaian pupuk anorganik," kata dia.

Apalagi, pada saat ini banyak sekali petani yang menggunakan bahan kimia untuk pemupukannya dan memiliki kecenderungan akan semakin banyak memberi pupuk kimianya, dikarenakan hasil yang diharapkan akan tinggi, akan tetapi dari waktu ke waktu bukannya meningkat malah semakin menurun hasil produksinya.

Dengan pelatihan ini kelompok tani bisa mengambil pembelajarannya, bahwa penggunaan pupuk anorganik tidak bisa digunakan dan dapat merusak kesuburan tanah dan pohon lada tersebut, kata dia.

Secara umum tanaman lada untuk tumbuh dan berproduksi secara baik, lanjut dia, sangat membutuhkan unsur hara yang relatif banyak. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan penggunaan pupuk dan pestisida organik yang ramah lingkungan namun tetap dapat berproduksi secara optimal.

Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan mencegah degradasi lahan. Tersedianya sarana produksi berupa pupuk dan pestisida organik bagi petani kebun sangat membantu perbaikan kondisi lahan dalam meningkatkan hasil produksi.

Ketua kelompok Tani Lada Rahmat Sentosa, Marsan mengatakan, setelah selesai sekolah lapangan ini berharap kembali adanya pembinaan terhadap kelompok tani, sehingga lebih mengerti tentang budidaya sehingga menghasilkan lada dengan hasil yang memuaskan.





(T.T013/B/M019/M019) 28-04-2018 08:15:04
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar