Belasan Gajah Liar Rusak Rumah Warga Tanggamus

id Gajah Liar Tanggamus, Gajah Liar Masuk Kampung, Konflik Gajah Manusia, Gajah sumatera di Lampung, gajah sumatera

Rumah warga Gunungdoh, Kecamatan Bandar Negeri Semuong yang menjadi sasaran diacak- acak kawanan gajah liar. (FOTO: ANTARA Lampung/Ist-Riswan)

Tanggamus, Lampung (Antaranews Lampung) - Belasan ekor gajah sumatera liar dilaporkan warga masuk ke permukiman di Pekon (Kampung) Gunungdoh, Kecamatan Bandarnegeri Semuong, Kabupaten Tanggamus, Provinsi Lampung, hingga Jumat ini telah merusak rumah warga setempat.

Warga mengeluhkan gangguan gajah liar sedikitnya mencapai 12 ekor itu, hingga kini belum ditangani oleh pihak berwenang kendati sudah dilaporkan.

Gajah-gajah liar itu telah merangsek masuk permukiman hingga ke rumah-rumah warga setempat. Rumah warga itu pun menjadi sasaran dirusak kawanan gajah sumatera (Elephas maximus sumatranus) ini.

"Sedikitnya 12 ekor gajah liar itu setidaknya sudah sebulan berpindah-pindah masuk ke permukiman warga di sekitar sini. "Sekarang masuk ke permukiman di Blok 6 Pekon Gunungdoh, Kecamatan Bandar Negeri Semong," kata Riswan, salah satu warga di sana, saat dihubungi dari Bandarlampung, Jumat malam. Kawanan gajah liar itu sebelumnya dilaporkan masuk ke permukiman warga di Blok 3.

Dia menyatakan hingga saat ini memang belum ada korban di kalangan warga setempat. Namun gangguan gajah liar itu menimbulkan trauma dan berdampak bagi warga umumnya tidak bisa beraktivitas normal, karena khawatir menjadi sasaran serangan gajah liar itu.

"Sampai saat ini belum ada tindakan dari aparat yang berwenang," katanya lagi.

Belum diperoleh konfirmasi dari pihak berwenang di Pemerintah Kabupaten Tanggamus maupun pihak Balai Besar Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) terkait gangguan gajah liar itu maupun penanganannya.

Sejumlah warga dan para aktivis lingkungan di Lampung berharap para pihak dapat segera mengatasi ancaman konflik gajah dengan manusia tersebut, sehingga dapat dicari solusinya tidak timbul korban warga maupun kerugian harta benda lebih besar maupun ancaman terhadap satwa liar jenis langka dan dilindungi di dunia tersebut karena kemarahan warga yang terusik.
Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar