CP Prima serahkan sertifikat lahan petambak

id vp prima serahkan sertifikat tanah

PT Central Proteina (CP) Prima Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang budi daya perikanan khususnya tambak udang modern di Lampung menyerahkan sertifikat tanah kepada para petambak eks plasma PT Dipasena Citra Darmaja (DCD) di Kabupaten Tulangbawang, Rabu (15/4) (Foto: Antara Lampung/Ardiansyah)

Sebagai perwujudan itikad baik dari perusahaan, kami mulai membagikan 400 sertifikat tanah untuk petambak pada tahap awal ini, kata Arman
Tulangbawang, Lampung (Antaranews Lampung) - PT Central Proteina (CP) Prima Tbk, perusahaan yang bergerak di bidang budi daya perikanan khususnya tambak udang modern di Lampung, melakukan penyerahan sertifikat tanah kepada para petambak eks plasma PT Dipasena Citra Darmaja (DCD) di Kabupaten Tulangbawang, Lampung.

Arman Zakaria Diah selaku Kuasa Direksi CP Prima, dalam keterangannya diterima di Bandarlampung, Kamis, menyebutkan dalam penyerahan sertifikat lahan kepada eks petambak plasma PT DCD, Rabu (18/4) dihadiri jajaran Muspida Kabupaten Tulangbawang, Pengurus Perhimpunan Petambak Plasma Udang Windu (P3UW) Lampung dan, para tokoh masyarakat.

"Sebanyak 400 sertifikat tanah yang diserahkan kepada para eks petambak plasma DCD ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghapus utang plasma kepada perusahaan termasuk utang ke bank yang sudah diambil alih dan dilunasi oleh perusahaan," kata Arman Zakaria.

Arman menambahkan, total utang para eks petambak plasma DCD yang akan dilunasi perusahaan adalah sebesar sekitar Rp700 miliar.

"Sebagai perwujudan itikad baik dari perusahaan, kami mulai membagikan 400 sertifikat tanah untuk petambak pada tahap awal ini," kata Arman.

Menurutnya, perusahaan terkait prasarana dan sarana pendukung budi daya tambak udang serta fasilitas sosial dan fasilitas umum di lokasi pertambakan eks PT DCD itu masih dapat digunakan oleh para eks petambak plasma dengan sistem pinjam pakai.

"Untuk selanjutnya, perusahaan akan terus bekerja berdampingan dengan seluruh petambak agar dapat meraih tingkat kesejahteraan bersama," katanya lagi.

Sebelumnya, kawasan salah satu pusat pertambakan modern di Lampung melalui PT DCD mengalami kisruh internal antara pihak perusahaan dan petambak plasma, sehingga operasional pertambakan menjadi terganggu.

Kini perusahaan tambak udang modern itu sudah diambil oleh PT CP Prima, dan berbagai pihak mendorong dapat kembali operasional lagi untuk membangkitkan kembali kejayaan Provinsi Lampung sebagai sentra produsen dan eksportir udang terbesar nasional dan di Asia Tenggara.
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar