Polres Waykanan razia minuman keras

id polres wayka,razia minuman keras,kapolres wayka, doni wahyudi

Polres Waykanan ekspose razia minuman keras, Rabu (18/4) (Foto: Antaralampung.com/Emir Fajar Saputra)

Saya bersama anggota merazia sejumlah warung dan toko, agar tidak ada yang menjual minuman keras oplosan yang memakan korban seperti yang terjadi di Lampung Timur, kata Doni
Waykanan, Lampung  (Antaranews Lampung) - Jajaran Polres Waykanan, Provinsi Lampung, melakukan razia terhadap warung dan toko yang menjual minuman keras agar tidak ada pedagang yang menjual minuman keras oplosan.

"Saya bersama anggota merazia sejumlah warung dan toko, agar tidak ada yang menjual minuman keras oplosan yang memakan korban seperti yang terjadi di Lampung Timur," kata Kapolres Waykanan AKBP Doni Wahyudi di Blambanganumpu, Rabu (18/4).

Menurut dia, maraknya peredaran minuman keras yang dicampur atau dioplos dengan bahan berbahaya lain mendorong kepolisian gencar melakukan razia agar tidak korban seperti yang terjadi daerah Jawa Barat dan Lampung Timur belum lama ini.

Dari hasil razia yang dilakukan Selasa (17/4), kata Kapolres, pihaknya berhasil mengamankan sekitar 300 botol minuman dari berbagai jenis dari sejumlah warung dan puluhan jerigen minuman tuak.

"Pokoknya kita menjaga Kabupaten Waykanan agar lebih aman dan kondusif," katanya.

AKBP Doni menjelaskan, selain menyita barang bukti, Polres juga memberikan sanksi kepada pemilik dan warung jualannya jika dalam razia susulan tetap ditemukan masih menjual minuman keras.

Razia yang dilakukan ini sebagai tahap pembinaan, bila dalam razia lanjutan masih terdapat barang bukti kembali akan diberikan sanksi tegas sesuai ketentuan.

"Pada razia awal ini kita juga melakukan pembinaan, agar ke depan tidak ada lagi peredaran minuman keras di Waykanan. Sanksi yang akan diterapkan juga mengacu pada peraturan daerah setempat," tegasnya.

Ia mengharapkan seluruh masyarakat dapat memantau dan memperhatikan sejumlah warung dan toko, bila masih menjual barang terlarang tersebut agar segera melapor kepada pihak yang berwajib untuk segera ditindak.
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar