Waykanan antisipasi dampak minuman keras oplosan

id ilustras minman oplosan,minuman oplosan

Bupati Waykanan Raden Adipati Surya mengunjungi operasi katarak gratis dalam rangka HUT ke-19 Pemkab Waykanan di Rumash Sakit Sakit Zainal Abidin Pagar Alam.. (Foto: Antara Lampung/Emir Fajar Saputra)

Bila peredaran minuman keras terutama yang oplosan dibiarkan, maka bisa menimbulkan korban karena ada zat atau bahan yang sifatnya membunuh bagi yang mengonsumsinya, ujar Bupati
Waykanan, Lampungbu (Antaranews Lampung) - Pemerintah Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung berupaya mengantisipasi peredaran, penggunaan dan dampak dari minuman keras oplosan yang terjadi di sejumlah daerah dan menimbulkan korban jiwa, terjadi di daerah itu.

Kondisi daerah Waykanan yang dilalui jalur lintas Sumatera cukup berpeluang besar akan beredarnya minuman keras termasuk oplosan.

Apalagi, beberapa waktu lalu sempat adanya warung remang-remang yang berjajar di tepi jalan lintas tersebut, namun sudah "dibersihkan" oleh pemerintah setempat.

Bupati Waykanan Raden Adipati Surya mengatakan, pihaknya telah meminta pihak kecamatan, kelurahan dan desa hingga ke RT/RW untuk membantu melakukan pencegahan peredaran aneka minuman keras termasuk yang oplosan.

Adipati menjelaskan, bila peredaran minuman keras terutama yang oplosan dibiarkan, maka bisa menimbulkan korban karena ada zat atau bahan yang sifatnya membunuh bagi yang mengonsumsinya.

Karena itu, ujar Bupati yang juga mantan Ketua DPRD Waykanan itu, perlu komitmen semua pihak untuk memastikan bahwa daerahnya terbebas dari aneka minuman keras.

Dia pun mengimbau seluruh pemangku kepentingan di daerah itu, untuk memantau peredaran minuman keras oplosan dan jika ditemukan segera laporkan ke pihak berwajib.

Bupati pun menjelaskan akan ada sosialisasi ke masyarakat terutama generasi muda tentang bahaya minuman keras bagi kesehatan. Sosialisasi itu akan dilakukan oleh jajaran kecamatan dan kelurahan yang bekerja sama dengan pihak kepolisian dan RT/RW setempat.

Adipati mengimbau seluruh aparat di Pemerintah Kabupaten Waykanan untuk mewaspadai fenomena minuman keras oplosan ini, termasuk juga yang ada di wilayah RT/RW untuk aktif memantau peredarannya. Karena, minuman keras dicampur ini banyak dari mereka yang belum mengerti dampaknya bagi kesehatan dan organ tubuh.

Dampak minuman keras oplosan yang terjadi di beberapa daerah belakangan ini, lanjutnya, merupakan "lampu merah" bagi pemerintahannya sehingga perlu dilakukan antisipasi terutama pencegahannya. Tidak ada toleransi terhadap peredaran gelap minuman keras apalagi oplosan, kata dia.

Kapolres Waykanaan AKBP Dony Wahyudi mengatakan, untuk mengantisipasi jatuhnya korban akibat minuman keras oplosan maka pihaknya intensif melakukan razia.

AKBP Dony menjelaskan, jajaran kepolisian akan melakukan antisipasi agar masyarakat jangan ikut-ikutan mengonsumsi minuman keras oplosan sehingga menjadi korban.

Langkah ini dilakukan, selain instruksi langsung dari pimpinan Polda Lampung juga diperkuat juga dengan pernyataan Bupati Waykanan, yang melarang keras peredaran minuman keras oplosan di wilayah tersebut.

Dony memastikan beredarnya minuman keras oplosan telah menyalahi aturan, dalam hal ini Polres Waykanan bersama Kodim 0427 WK dan Satpol PP akan terus menyikapi masalah tersebut.

Kapolres pun berjanji akan terus menyikapi terkait masalah ini. Setiap hari, setiap saat, terlebih menjelang bulan suci Ramadhan ini, pihaknya ingin masyarakat di Kabupaten Waykanan ini damai, aman, dan tenang dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

Selain itu, Kapolres juga mengajak organisasi kepemudaan di Waykanan untuk memerangi peredaran narkoba dan minuman keras oplosan di daerah tersebut.

Wakil Kepala Kepolisian Republik Indonsia (Wakapolri) Komisaris Jenderal Polisi Syafruddin baru-baru ini telah mmerintahkan jajarannya di seluruh Tanah Air untuk membongkar hingga tuntas peredaran minuman oplosan karena telah sekitar 80 orang meninggal dunia akibat menenggak minuman sangat berbahaya tersebut.

Perintah ini dikeluarkan Komjen Syafruddin apalagi ummat Islam di Tanah Air sebentar lagi atau pada pertengahan bulan Mei sudah akan melaksanakan ibadah puasa Bulan Ramadhan.



Musuh bersama

Pihaknya pun mengajak generasi muda menjadikan narkoba dan minuman keras (oplosan) menjadi musuh bersama. Kapolres menyebutkan, narkoba sudah menjadi musuh bersama. Khususnya para generasi muda di Bumi Ramik Ragom itu untuk tidak pernah mencoba narkoba dan minuman keras walau sedikit pun. Sebab sedikit saja mencoba, maka akan terjebak pada ketergantungan dan penyalahgunaan.

Terkait penyalahgunaan, lanjut dia, masyarakat semua mempunyai tanggung jawab memberantasnya.

Sementara itu, tokoh agama dari Muhammadiyah Kabupaten Waykanan Edward Anthony mengatakan selain dilarang dalam agama Islam, maka minuman keras oplosan juga membahayakan jiwa manusia.

Sejauh ini, menurut Edward aturan soal peredaran minuman keras hanya diatur melalui Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 06/M-DAG/PER/1/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan terhadap Pengadaan, Peredaran dan Penjualan Minuman Beralkohol.

Permendag tersebut, dinilainya sudah tidak lagi memadai sehingga perlu segera dibuat "payung hukum "yang lebih keras atau kuat untuk pengaturannya.

Edward yang juga menjabat sebagai Wakil Bupati Waykanan mengharapkan seluruh masyarakat seperti tokoh agama, tokoh pemuda, tokoh masyarakat dan lainnya untuk membantu pemerintah Kabupaten Waykanan memerangi dan memberantas peredaran minuman keras oplosan, walaupun sampai saat ini belum terdengar ada korban akibat minuman keras tersebut di Waykanan.

Ia pun akan menggerakkan generasi muda di Muahammadiyah setempat untuk melakukan sosialisasi tentang bahanyanya narkoba dan minuman keras--termasuk yang oplosan kepada masyarakat khususnya pelajar.

Sebab, lanjutnya, generasi muda dalam hal ini pelajar menjadi tulang punggung penerus bangsa sehingga harus dijaga kesehatannya dan disiapkan untuk memimpin ke depan.

Sedangkan Kepala Dinas kesehatan Kabupaten Waykanan, Farida Aryani mengatakan, orang-orang yang meminum minuman keras oplosan sama dengan meracuni dirinya sendiri. Apalagi, bahan yang dicampurkan di dalamnya tidak diketahui sama sekali.

Dicampur-campur apa `kan, lanjut dia, tidak tahu. Itu sama saja meracuni diri sendiri.
Ilustrasi minuman opolosan (Foto: Antaranews.com)

Minuman keras oplosan memiliki efek sangat berbahaya bagi beberapa organ vital manusia, seperti mengacaukan sistem syaraf, risiko terhadap jantung, liver, dan otak.

Farida mendesak kepada seluruh masyarakat untuk tidak mengonsumsi minuman keras oplosan karena dapat membahayakan nyawa dan kesehatan diri peminumnya.

Warga setempat, Zahiruddin mengaku mendukung upaya pemerintah kabupaten dalam memerangi dan mencegah minuman keras oplosan beredar di sana. Namun, ia pun mengharapkan ketegasan pemerintah dan aparat dalam mencegah penjualan secara bebas termasuk bahan dasarnya seperti alkohol.

Sebab, lanjutnya, cikal bakal minuman oplosan berasal dari bahan-bahan tersebut. Jika mereka yang ingin mengoplos tidak mudah mendapatkan bahan dasarnya, maka akan berkurang peminumnya.

Warga lainnya, Yasridi mengharapkan hukuman berat bagi pengoplos minuman keras. Karena dampak dari minuman tersebut cukup besar hingga menimbulkan korban jiwa. Begitu pun bagi pemasok bahan-bahannya, agar diberikan hukuman setimpal.

Kini, tinggal masyarakat Waykanan sendiri terutama para orang tua untuk memberikan pengetahuan tentang bahaya minuman keras oplosan kepada anak-anaknya. Peran guru di sekolah pun cukup besar dalam pencegahan.

Mari jadikan generasi mendatang di Waykanan, Lampung, dan Indonesia menjadi generasi sehat yang tak terdampak narkoba dan minuman keras oplosan.
 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar