Presiden Suriah : Ancaman AS rusak stabilitas kawasan

id Senjata kimia Suriah, AS serang Suriah, Presiden Suriah

Tentara Suriah melakukan swafoto ketika Presiden Bashar al-Assad (tengah) mengunjungi tentara pemerintah di Ghouta Timur pinggiran Damaskus pada 18 Maret 2018. (SANA)

Damaskus  (Antara/Xinhua-OANA) - Presiden Suriah Bashar al-Assad mengatakan, Kamis, ancaman yang dilancarkan Amerika Serikat untuk menyerang Suriah akan semakin merusak stabilitas kawasan, menurut laporan kantor berita negara SANA.

Dengan setiap kemenangan yang dicapai tentara Suriah, negara-negara Barat meningkatkan retorika dan berusaha mengubah haluan tindakan, kata Assad dalam pertemuan dengan Ali Akbar Velayati.

 Velayati adalah penasihat senior Pemimpin Agung Iran Ayatollah Ali Khamenei.

Kedua pihak sepakat bahwa ancaman yang dikeluarkan negara-negara Barat untuk melakukan serangan militer ke Suriah adalah "hanya kebohongan yang dibuat negara-negara seperti itu dan perangkat kelompok-kelompok teroris mereka di Suriah setelah pembebasan Ghouta Timur" di timur ibu kota negara, Damaskus.

 Sabtu lalu, para pemberontak di distrik Douma di Damaskus menuding pasukan Suriah telah menggunakan gas klorin hingga menewaskan 40 orang.

Pemerintah Suriah membantah tuduhan itu dengan mengatakan bahwa para pemberontak telah mengarang fakta-fakta untuk menarik pihak asing melakukan serangan di Suriah.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump telah secara terang-terangan menyatakan keinginan negaranya untuk menyerang Suriah. AS mengumpulkan dukungan dan keikutsertaan negara-negara Barat lainnya dalam rencana serangan itu.

Assad mengatakan kemungkinan serangan apa pun hanya akan semakin mengganggu stabilitas kawasan, yang bisa menjadi ancaman bagi perdamaian dan keamanan internasional.

Velayati menekankan sikap tegas Iran untuk terus mendukung pemerintah Suriah.

 Penerjemah :T. Mutiasari 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar