Wabup Waykanan ajak aktualisasikan budaya gotong royong

id bbgrm waykanan,edward antoni, wakil bupati waykanan

Wakil Bupati Waykanan Edward Antoni menerima pengalungan kain saat tiba di Kampung Bumi Baru, Kecamatan Blambanganumpu, pada penilaian BBGRM tingkat Provinsi Lampung, Kamis (12/4) (Foto: Humas Pemkab Waykanan)

Gotong royong harus kita maknai bukan hanya sebagai slogan, sebatas kata-kata atau bahkan jargon, tapi harus kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari dalam tindakan yang nyata, kata Edward
Waykanan, Lampung (Antaranews Lampung) - Wakil Bupati Waykanan, Provinsi Lampung, Edward Antoni mengajak masyarakat untuk mengaktualisasikan budaya gotong dalam kehidupan dan pekerjaan sehari-hari.

"Gotong royong harus kita maknai bukan hanya sebagai slogan, sebatas kata-kata atau bahkan jargon, tapi harus kita laksanakan dalam kehidupan sehari-hari dalam tindakan yang nyata," kata Edward dalam acara Penilaian Kegiatan Bulan Bhakti Gotong Royong Masyarakat (BBGRM) tingkat Provinsi Lampung di Kampung Bumi Baru, Kecamatan Blambanganumpu, Waykanan, Kamis (12/4)

Gotong royong merupakan intisari dari Pancasila, dan Wabup berkeyakinan tanggung jawab untuk membangun bangsa ke depan harus dilakukan dengan cara musyawarah dalam memutuskan dan gotong royong dalam bekerja.

Rakyat secara bahu-membahu menyelesaikan berbagai hambatan dan tantangannya ke depan. Gotong royong bukan hanya jiwa bangsa namun juga sekaligus modal sosial dalam menghadapi masa depan.

"Memang tidak mudah untuk menjalankan semangat gotong royong di tengah-tengah kecenderungan berkehidupan sekarang yang semakin individualistis, kompetitif dan menyukai kerja sendiri-sendiri dibandingkan bekerja bersama-sama. Ego daerah, ego sektoral lebih menonjol dibandingkan sinergi dan kerja sama," kata Edward.
 
Oleh karena itu, BBGRM merupakan momen penting untuk mengingatkan semuanya tentang arti penting gotong royong, terutama generasi penerus yang akan memikul sejarah ke depan.

"Kita perlu menanamkan semangat gotong royong kepada anak-anak kita, kepada generasi muda kita, karena merekalah pemuka masa depan bangsa ini," katanya.

Semangat gotong royong memang harus ditanamkan sejak dini dalam proses pendidikan anak-anak. Generasi muda harus senantiasa bermusyawarah dalam memutuskan dan bergotong royong dalam bekerja. Itulah sebabnya semangat gotong royong harus diajarkan melalui kegiatan praktik-praktik yang nyata dan bukan sekedar wacana.

Pelaksanaan lomba BBGRM di Waykanan telah dilaksanakan beberapa waktu yang lalu, mulai dari penilaian di tiap-tiap kampung sehingga manghasilkan 14 kampung terbaik dari 14 kecamatan.
Wakil Bupati Waykanan Edward Antoni melihat-lihat hasil pertanian warga Kampung Bumi Baru pada acara penilaian BBGRM tingkat Provinsi Lampung, Kamis (12/4) (Foto: Humas Pemkab Waykanan)


Indikator penilaian meliputi bidang kemasyarakatan, ekonomi, sosial budaya, agama dan lingkungan hidup. Hasil akhir dari penilaian BBGRM diraih oleh Kampung Bumi Baru Kecamatan Blambanganumpu, yang pada hari ini diikutsertakan pada lomba BBGRM tingkat Provinsi Lampung tahun 2018.

Lomba ini diharapkan dapat memotivasi masyarakat melalui semangat kebersamaan, kekeluargaan, dan kegotong-royongan, meningkatkan kemitraan antara masyarakat dan pemerintah serta meningkatkan rasa tanggung jawab masyarakat," kata Wakil Bupati.
Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar