Pinjam laptop dan doa bersama hadapi UNBK

id unbk

UNBK 2017. Suasana siswa-siswi Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) 3 Bandar Lampung saat mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) di hari pertama, Senin (3/4). (ANTARA Lampung/Ardiansyah/dok).

Bandarlampung  (Antaranews Lampung) - Pelaksanaan ujian nasional berbasis komputer (UNBK) sekolah menengah atas (SMA) dan sederajat akan digelar Senin (9/4) dengan materi pertama pelajaran bahasa Indonesia, matematika di hari kedua, bahasa Inggris hari ketiga dan terakhir mata pelajaran pilihan siswa.

Sejumlah sekolah di Provinsi Lampung yang tahun-tahun sebelumnya telah melaksanakan UNBK atau yang baru kali pertama melaksanakannya, telah menyiapkan diri baik peralatan maupun mental para pelajar.

Guna memenuhi kebutunan komputer, ada sekolah yang mengajak rapat orang tua, wali murid dan komite sekolah membahas kekurangannya agar UNBK dapat berjalan lancar.

Solusi lain adalah meminjam laptop dengan spesifikasi yang telah ditentukan.

Selain menggunakan laptop yang dimiliki siswa, juga ada orang tua yang dengan sukarela memberikan pinjaman bahkan dengan jumlah lebih dari satu memanfaatkan relasi di kantornya.

Pihak sekolah pun menjamin keamanan laptop yang dipinjam bahkan asuransi jika terjadi kerusakan. Alasan peminjaman tersebut karena jumlah komputer di sekolah itu belum banyak karena kali pertama melaksanakan UNBK dan sebelumnya menumpang ke salah satu SMK.

Dengan pelaksanaan di sekolah sendiri, ujar salah satu guru dalam pertemuan itu beberapa waktu lalu, para siswa secara psikologis lebih tenang karena ujian di sekolahnya sendiri, berbeda kalau menumpang di sekolah lain.

Sedangkan para siswa yang akan menghadapi UNBK selain diberikan pelajaran tambahan juga mendapatkan kesempatan melakukan simulasi pengerjaan soal-soal memanfaatkan fasilitas yang ada selama tiga kali, laiknya ujian sesungguhnya.

Seorang siswa salah satu SMA negeri di Bandarlampung Rania Alisa mengaku, Jumat (6/4) di sekolahnya dilakukan doa bersama guna menghadapi UNBK yang diikuti seluruh calon peserta, pengajar, staf, serta adik kelasnya.

Kemudian, mereka pun saling bersalaman baik sesama calon peserta UNBK maupun ke para pengajar guna memberi dukungan moril agar pelaksanaan ujian berjalan lancar.

Ia pun mengaku sempat diminta oleh pihak sekolah agar meminjamkan laptopnya melalui surat resmi yang ditujukan kepada orang tuanya, namun karena yang dimilikinya hanya notebook sehingga tidak memenuhi spesifikasi yang diperlukan.

Pelajar jurusan IPA itu mengatakan, guna menghadapi UNBK sudah jauh hari yakni sejak kelas sebelas sudah menyiapkan diri dengan melakukan tambahan di luar sekolah yakni di salah satu lembaga pendidikan nonformal.

Selain mendapatkan cara-cara bagaimana menyelesaikan soal dengan metode seperti UNBK, ia pun diberikan solusi mencari tahu kemampuannya untuk mencari jurusan apa yang sesuai dan peluangnya diterima di perguruan tinggi negeri, termasuk "mengintip" peluang untuk diterima melalui jalur undangan.

Kesiapan menghadapi UNBK pun tidak hanya semata melalui belajar di sekolah dan tempat les. Ia dan rekan-rekannya juga sering membahas soal-soal UNBK tahun-tahun sebelumnya yang banyak dijual di toko buku. Sebab, tidak semua rekan satu kelas mengikuti les di tempat lain sehingga membagi ilmu yang didapatnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Lampung Sulfakar menyebutkan sebanyak 105.919 siswa SMK/SMA/MA mengikuti ujian nasional berbasis komputer (UNBK) tahun 2018 ini.

Jumlah peserta UNBK tersebut tersebar pada 1.200 SMK/SMA/MA di 15 kabupaten dan kota di Lampung. Untuk SMK, pelaksanaan UNBK sudah dimulai Senin (2/4).

Menurutnya total peserta UNBK pelajar SMA/MA yaitu 63.991 siswa. Peserta terbanyak yang mengikuti UNBK yaitu Kota Bandarlampung, dari 80 SMA/MA terdapat 10.533 peserta, di Kabupaten Lampung Tengah terdapat 114 SMA/MA dengan 8.460 peserta, dan Kabupaten Lampung Selatan dari 96 SMA/MA terdapat 6.485 peserta yang mengikuti UNBK, serta diikuti kabupaten/kota lainnya.

Jumlah peserta yang mengikuti UNBK untuk SMA/MA, mengalami kenaikan dibandingkan tahun lalu.

Kemudian untuk SMK terdapat 431 sekolah yang tersebar pada 15 kabupaten/kota se-Provinsi Lampung dengan total peserta ujian mencapai 41.928 siswa.

Jumlah ini terbagi menjadi dua yaitu SMK negeri dan swasta. Untuk jumlah sekolah negeri di Provinsi Lampung yaitu 94 sekolah dan swasta 337 sekolah.

Sedangkan jumlah siswa terbanyak yang mengikuti UNBK SMK yaitu di Kota Bandarlampung 7.024 peserta, Lampung Tengah 5.289 peserta, Lampung Selatan 5.225, Lampung Timur 4.760 peserta, Pringsewu 3.868 peserta, Kota Metro 3.007 peserta, Lampung Utara 2.428 peserta, Tanggamus 2.260 peserta dan diikuti oleh kabupaten lainnya.

Jika dilihat dari data yang ada, peserta terbanyak yang sedang dan akan mengikuti UNBK SMK/SMA/MA tahun ini ada di Kota Bandarlampung, lebih dari 14 ribu peserta.

Sulfakar menjelaskan, bagi sekolah yang belum siap secara sarana prasarana melaksanakan UNBK sendiri, diimbau agar dapat bekerja sama dengan komite sekolah dan pemerintah daerah setempat agar UNBK dapat berjalan sesuai rencana dan harapan.

Kalau sekolah belum cukup komputernya bisa meminjam laboratorium sekolah lain seperti di SMP, perguruan tinggi atau di tempat-tempat lain yang mempunyai laboratorium komputer.

Dia mengharapkan seluruh sekolah agar bisa memberikan motivasi dan semangat kepada siswa yang sedang dan akan mengikuti ujian nasional, agar dapat lulus dengan nilai sempurna serta dapat melanjutkan ke perguruan tinggi negeri di seluruh Indonesia.

Sementara itu, karena pemeliharaan telah diintensifkan sebelum pelaksanaan UNBK dan kalau pun ada pemeliharaan darurat akan dilakukan setelah selesai waktu UNBK.

Ia menjelaskan bahwa saat ini kondisi sistem kelistrikan Lampung sangatlah aman. PLN telah menyiapkan 49 tim yang terdiri atas 83 personel yang tersebar di seluruh wilayah kerja Provinsi Lampung untuk selalu siaga demi kelancaran Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) ini.

Selain mengunjungi sekolah yang sedang melaksanakan UNBK, rombongan PLN juga menyambangi sekolah yang akan melaksanakan UNBK SMA, di antaranya di SMA Negeri 11 dan SMA Negeri 2 Bandarlampung untuk berkoordinasi terkait kesiapan kelistrikan masing-masing sekolah.

Kini, tinggal kesiapan mental siswa sendiri menghadapi UNBK, karena pihak sekolah sudah menyiapkan jauh hari sarana dan prasarananya dan orang tua memberika dukungan serta doa. Semua pihak berharap UNBK berjalan lancar dan mendapatkan hasil maksimal.


 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar