Lampung dukung eksplorasi pencarian cadangan minyak baru

id pjs gubernur lampung, didik sprayitno. pimpin rapat ekslorasi minyak

Rakor penetapan lokasi Pengeboran Migas bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan PT Harpindo Mitra Kharisma, di Bandarlampung. (ANTARA (Foto: Humas Pemprov Lampung)

Pemprov Lampung akan meningkatkan koordinasi untuk mempercepat pelaksanaan eksplorasi kandungan minyak dan gas yang terletak di Desa Tanjung Ilir, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah, kata Didik
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Pemerintah Provinsi Lampung mendukung kegiatan eksplorasi mencari cadangan minyak baru sebagai langkah memenuhi cadangan energi Indonesia yang kian menipis.

"Pemprov Lampung akan meningkatkan koordinasi untuk mempercepat pelaksanaan eksplorasi kandungan minyak dan gas yang terletak di Desa Tanjung Ilir, Kecamatan Way Pengubuan, Kabupaten Lampung Tengah," kata Penjabat Sementara Gubernur Lampung Didik Suprayitno, pada rapat koordinasi penetapan lokasi kegiatan pengeboran migas bersama Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) dan PT Harpindo Mitra Kharisma, di Bandarlampung, Rabu, (4/4)

Ia mengatakan, eksplorasi ini penting karena selain akan memberikan manfaat bagi masyarakat dan daerah, juga untuk memenuhi cadangan energi di Indonesia yang telah menipis.

Kepala Divisi Formalitas SKK Migas Didik S Setyadi mengungkapkan bahwa sesuai dengan Undang Undang Nomor 2 Tahun 2012, pemerintah daerah menjamin tersedia tanah untuk kepentingan umum, salah satunya kegiatan eksplorasi migas.

"Dalam pengadaan tanah tersebut, mekanisme pembebasan tanahnya tentu harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang ada, ganti rugi tentunya harus layak dan adil," ujarnya lagi.

Ia menginformasikan kegiatan eksplorasi on-shore ini adalah satu-satunya di Provinsi Lampung.

"Kegiatan ini merupakan upaya dan program pemerintah dalam pengembangan prospek daerah untuk menemukan minyak baru, sehingga tercapai peningkatan pendapatan negara dari sektor pertambangan minyak dan gas, dan juga menciptakan peluang kerja dan usaha yang baru bagi penduduk," ujar Didik Setyadi.

Luas tanah yang dibutuhkan untuk kegiatan proyek pengeboran sumur eksplorasi ini lebih kurang seluas 1,7 hingga 2 hektare, terdiri dari Tapak Sumur Sugih 1 dan akses jalan beserta daerah penyangga.

Didik Setyadi mengatakan saat ini produksi minyak nasional sekitar 800 ribu barel/hari, sedangkan kebutuhan sebesar 1,6 juta barel/hari.

Kekurangannya, Indonesia harus impor lebih dari 1 juta barel/hari untuk memenuhi kebutuhan energi.

"Jika kita tidak menemukan cadangan minyak baru, kemungkinan cadangan minyak kita akan habis dalam waktu dekat," katanya pula.
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar