Demi kuliah di AS, ujian seleksi tak luput dari aksi nyontek

id Seleksi PT AS, Mahasiswa China di AS,Sekolah di LN

Boston (Antara/Reuters) - Seorang wanita China, Senin, mengaku menyontek pada ujian masuk perguruan tinggi, yang menjadikannya orang terakhir yang mengakui perbuatan tersebut dalam penyelidikan Amerika Serikat pada mahasiswa internasional yang menggunakan joki untuk mendaftar ke universitas-universitas dalam negeri.

        
Leyi Huang, yang mendaftar ke Pennsylvania State University menggunakan visa pelajar, mengaku bersalah di pengadilan federal Boston karena bersekongkol melakukan penipuan di Amerika Serikat, menurut catatan pengadilan.

        
Jaksa menjelaskan, pada Maret 2016 Huang membayar seorang peserta ujian untuk duduk di tempatnya dan mengikuti ujian TOEFL, ujian bahasa Inggris yang digunakan untuk menilai kemampuan bahasa pelamar asing.

        
Hal itu dilakukan setelah dia gagal mencapai skor minimum yang diperlukan untuk mendaftar di Penn State.

        
Sekalipun ia terancam hukuman penjara hingga lima tahun, hakim Distrik AS Dennis Saylor menjatuhkan hukuman selama masa penahanan kepada Huang, 21 tahun, setelah dia setuju untuk dideportasi. Pengacaranya tidak segera menanggapi permintaan untuk komentar.

        
Seiring meningkatnya kualitas hidup, banyak pelajar China yang mendaftar di perguruan tinggi dan universitas AS. Meteka tertarik oleh prospek pendidikan AS yang bergengsi dan pekerjaan yang baik.

        
Jumlah siswa China yang belajar di AS pada tahun akademik 2016-2017 naik 6,8 persen menjadi 350.755 orang, Institut Pendidikan Internasional melaporkan pada November.

        
Menurut dokumen pengadilan, Huang mengaku kepada pihak berwenang bahwa ia membayar Rp41 juta agar seseorang mengikuti ujian TOEFL untuknya dan mengikuti instruksi dari seorang makelar untuk mengirim paspor Chinanya ke sebuah alamat di Massachusetts.

        
Paspor itu digunakan oleh Yue Wang, seorang mahasiswa China di Hult International Business School di Cambridge yang menurut jaksa mengambil TOEFL atas nama Huang dan sedikitnya dua wanita China lainnya untuk tujuan serupa.

        
Pada masing-masing kasus, para wanita itu memperoleh visa pelajar berdasarkan hasil ujian mereka di universitas, kata jaksa.

        
Mereka mengatakan bahwa sebagai akibat dari skema tersebut, Huang menipu AS dengan menghalangi Departemen Keamanan Dalam Negeri AS dalam melaksanakan tugasnya untuk menetapkan standar bagi seorang siswa internasional untuk mendapatkan visa.

        
Wang, Huang dan dua wanita lainnya ditangkap atas tuduhan terkait imigrasi pada  Mei 2017. Seperti Huang, mereka kemudian mengaku bersalah dan dijatuhi hukuman selama masa penahanan setelah setuju untuk dideportasi.

Penerjemah : Roy/G.N.C. Aryani
 
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar