Dinas TPHP ingatkan warga hati-hati beli sapi

id ilustrasi sapi

Ilustrasi sapi (Foto: Antara/Novrian Arbi )

Dinas TPHP menyampaikan ada beberapa daerah yang terjangkit penyakit jembrana atau ramadewa kepada sapi. Dengan begitu harus lebih berhati-hati saat membeli sapi dari penjual, kata Joko
Waykanan (Antaranews Lampung) - Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung mengingatkan kapada warga khususnya peternak sapi agar berhati-hati dalam membeli Sapi yang ditawarkan dengan harga murah guna menghindari penyakit jembrana atau ramadewa.

"Dinas TPHP menyampaikan ada beberapa daerah yang terjangkit penyakit jembrana atau ramadewa kepada sapi. Dengan begitu harus lebih berhati-hati saat membeli sapi dari penjual," kata Kabid Perternakan TPHP Waykanan, Joko Purwo, di Waykanan, Kamis.

Menurutnya, informasi tersebut telah disebarluaskan ke seluruh blantik atau perternakan di Kabupaten Waykanan, mengimbau agar tidak membeli sapi dengan harga murah dari wilayah Sumatra Selatan, Bengkulu dan Kabupaten Mesuji karena daerah tersebut telah endemi penyakit jembrana atau ramadewa.

Penyakit ini sangat berbahaya dan merugikan para perternak sapi. Khususnya peternak sapi bali.

Penyakit jembrana atau ramadewa adalah penyakit hewan menular yang disebabkan oleh retrovirus, Virus dari keluarga Retroviridae, sub-keluarga Lentivirinae. "Penyakit ini hanya menyerang sapi bali dewasa berumur 3-4 tahun dan jenis sapi lain kebal terhadap penyakit ini," kata dia.

Ia mengimbau masyarakat untuk mengenali gejala penyakit jembrana sebelum membeli sapi antara lain demam tinggi 40 - 42 derajat Celcius, diare bercampur darah, lesu, dan kehilangan nafsu makan. Tanda tersebut disusul dari rongga hidung ke luar ingus berlebihan, air mata selalu ke luar, dan air liur juga keluar secara berlebihan.

Penanggulangan jembrana dapat dilakukan dengan penyuntikan antibiotik yang berdaya kerja luas yang ditujukan untuk infeksi sekunder. Untuk pencegahan penyakit, dilakukan penyemprotan vektor.

Joko menjelaskan, Kebijakan yang diambil oleh pemerintah saat ini adalah melakukan pengawasan lalu lintas sapi bali secara ketat yang berasal dari pulau dengan status tertular. Di daerah tertular, pengendalian penyakit dilakukan dengan melakukan spraying dengan insektisida dan pelaksanaan vaksinasi secara terbatas di daerah wabah.

"Kita harus bersama - sama memberantas penyakit ini agar tidak meluas di Kabupaten Waykanan," Kata Joko.

 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar