Waykanan targetkan Upsus Siwab 9.500 ekor

id bupati waykanan, raden adipati surya

Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya (Foto Antaralampung.com/Emir FS/Dok)

Peningkatan Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) ini sangat diperlukan untuk swasembada daging, khususnya menjelang Idul Fitri, kata Adipati
Waykanan  (Antaranews Lampung) - Pemerintah Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung menargetkan peningkatan populasi ternak ruminansia besar melalui Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) sebanyak 9.500 ekor pada 2018.

"Peningkatan Upaya Khusus Sapi Induk Wajib Bunting (Upsus Siwab) ini sangat diperlukan untuk swasembada daging, khususnya menjelang Idul Fitri," kata Bupati Waykanan Raden Adipati Surya di Waykanan, Rabu (21/3).

Menurutnya, Upsus Siwab melibatkan petugas penyuluh peternakan, mantri kesehatan ternak, dan para peternak di Kabupaten Waykanan.

Adipati menegaskan, Upsus Siwab bertujuan mempercepat peningkatan populasi ternak ruminansia besar, baik sapi perah, sapi potong, maupun kerbau.

"Dengan Upsus Siwab ini bisa memenuhi kebutuhan daging lokal dan nasional," kata Adipati.

Upsus Siwab diwujudkan dengan melakukan inseminasi buatan atau kawin suntik terhadap ternak sapi dan kerbau.

Sejak tahun 2017 lalu, lanjut dia, target Insaminsasi Buatan (IB) kawin suntik mencapai 9.518 ekor, dan tahun 2018 ini dari Januari - Maret 2018 baru mencapai 1.858 ekor.

Sedangkan di tahun 2017 lalu yang berhasil melahirkan berjumlah 1.334 ekor dan tahun 2018 sampai dengan Maret 416 ekor.

Kepala Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Peternakan Waykanan Maulana Muhidan mengatakan, Upsus Siwab mencakup dua program utama, yaitu peningkatan populasi melalui inseminasi buatan (IB) dan intensifikasi kawin alam (Inka).

Program peningkatan populasi adalah upaya pembuntingan masif sapi dan kerbau betina di dalam negeri.

Maulana menjelaskan, dari target 9.500 ekor di tahun 2018 ini, sudah dilakukan inseminasi buatan (IB) sebesar 30 hingga 35 persen dan ditargetkan selesai pada bulan November 2018 mendatang.

Dari 14 Kecamatan di Kabupaten Waykanan, terdapat beberapa kecamatan yang menjadi lumbung sapi seperti Kecamatan Baradatu, Pakuanratu, Banjit, Negarabatin, dan Negeribesar. Sedangkan untuk Kecamatan Gununglabuhan dari tahun 2017 dan 2018 memiliki populasi sapi lebih sedikit di bandingkan lainnya.

Program utama tersebut merupakan upaya penerapan sistem manajemen reproduksi yang baik yaitu, pemeriksaan status reproduksi dan gangrep (gangguan reproduksi), pelayanan IB, pemenuhan semen beku dan N2 Cair, pengendalian betina produktif, dan pemenuhan hijauan pakan ternak dan konsentrat.

Kegiatan ini terintegrasi menggunakan pendekatan peran aktif masyarakat dengan mengoptimalkan pemanfaatan sumberdaya peternakan untuk mencapai kebuntingan 3 juta ekor dari 4 juta akseptor sapi/kerbau pada tahun 2018.
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar