58 SMP-MTS di Waykanan siap gelar UNBK

id kepala dinas pendidikan dan kebudayaan,Musadi Muharam ,unbk waykanan

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waykanan, Musadi Muharam (Foto: waykanankab.go.id)

Kita harus memberikan sosialisasi kepada semua pihak agar pelaksanaan UNBK dapat berjalan dengan lancar, jelasnya.
Waykanan, Lampung (Antaranews Lampung) - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung Musadi Muharam mengatakan sebanyak 58 SMP/MTS di kabupaten tersebut siap menggelar ujiaan nasional berbasis komputer (UNBK) pada April.

Dia menjelaskan, di Waykanan, Selasa, bahwa terjadi peningkatan jumlah sekolah dibandingkan tahun 2017 yang hanya 23 sekolah menyelenggarakan UNBK.

Menurut Muharam, jumlah sekolah yang menyelenggarakan ujian nasional berbasis komputer tersebut mengalami peningkatan hampir 50 persen.

"Berarti sudah banyak sekolah yang bisa menggelar UNBK," kata dia.

Dari 58 sekolah yang mengikuti UNBK tersebut, terdiri atas 40 SMP dan 18 MTs.

Musadi juga menjelaskan, dengan bertambahnya jumlah sekolah yang mengikuti UNBK, berarti harus banyak yang dipersiapkan oleh masing-masing sekolah seperti komputer, listrik, jaringan internet, dan genset atau pembangkit tenaga listrik.

"Kita harus memberikan sosialisasi kepada semua pihak agar pelaksanaan UNBK dapat berjalan dengan lancar," jelasnya.

Ia menegaskan, akan berkoordinasi dengan pihak PLN agar pada pelaksanaan ujian nasional 23- 26 April tidak ada pemadaman listrik.

Sementara, Bupati Waykanan Raden Adipati Surya mengatakan terus mendukung sekolah yang telah dapat melaksanakan UNBK tersebut.

Menurutnya, pihak sekolah juga harus lebih memperhatikan kebutuhan komputer / laptop yang dibutuhkan bila ingin melangsungkan ujian nasional berbasis komputer (UNBK), apakah cukup atau tidak.

"Sekolah harus lebih jeli, bila jumlah murid lebih banyak dibandingkan perlengkapannya maka akan dibuatkan dua kali ujian" kata Adipati.

Ia menjelaskan, sekolah mulai saat ini harus gencar melakukan pelatihan ujian nasional, agar para siswa tidak gugup pada saat kegiatan berlangsung.

"Semua siswa harus mendapatkan pengarahan, pemahanan dan cara bagaimana mengisi jawaban, karena pasti masih banyak siswa yang belum paham dengan metode UNBK," terangnya.

Adipati mengharapkan, agar seluruh siswa bisa dapat lulus dengan nilai yang memuaskan dan bisa melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi.


 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar