Pemprov Lampung dorong revitalisasi komoditas unggulan lada

id news

Pjs. Gubernur Lampung Didik Suprayitno, dalam acara Focus Group Discussion (FGD) Dewan Riset Daerah (DRD) di Ruang Sidang Lt. II Gedung Rektorat Universitas Lampung Senin (12/03) (Foto: ist)

Lada pernah menjadi salah satu maskot Provinsi Lampung. Karena itu kita akan membangkitkan kembali kejayaan komoditas Lada, kata Didik
Bandarlampung  (Antaranews Lampung) - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung terus mendorong realisasi produk pertanian lada sebagai salah satu komoditas unggulan daerah.

"Lada pernah menjadi salah satu maskot Provinsi Lampung. Karena itu kita akan membangkitkan kembali kejayaan komoditas Lada," kata Pejabat Sementara Gubernur Lampung Didik Suprayitno di Bandarlampung, Senin (12/3).

Pihaknya saat ini tengah mencari akar permasalahan yang menyebabkan hasil lada Lampung menurun, serta berupaya merevitalisasi komoditas tersebut.

Menurutnya, riset merupakan ujung tombak bagi pengambilan kebijakan suatu daerah, sehingga menjadi kebutuhan untuk mengambil suatu keputusan.

"Hingga saat ini, riset masih belum menjadi budaya dalam mengambil kebijakan di suatu daerah. Namun sebenarnya, riset sangatlah dibutuhkan dalam membuat suatu inovasi. Untuk itu, riset juga harus menjadi suatu hal yang menjadi perhatian," jelas didik.?

Karena itu, lanjutnya, pemerintah telah merintis upaya pengembangan riset terutama dalam mendukung pelaksanaan pembangunan daerah dengan membentuk Dewan Riset Daerah (DRD) untuk masa bhakti 2015-2018.

"DRD sebagai wadah terhimpunnya para cendikiawan menjadi momentum penting bagi Provinsi Lampung untuk memperbaiki kualitas pembangunan. Saya berharap DRD dapat selalu berperan aktif utamanya dalam memberikan saran dan pemikiran terhadap program pembangunan ke depan serta evaluasi terhadap program yang telah dilaksanakan di Provinsi Lampung," jelasnya.?

Didik menjelaskan bahwa riset dapat dilakukan di segala bidang. "Lampung dapat menghasilkan banyak produk seperti jagung, padi. Namun dalam pemasarannya masih kurang. Hal seperti? ini juga harus dilakukan suatu riset, termasuk riset terhadap komoditas lada. Karena ke depannya pasti lada akan sangat dibutuhkan," ujarnya.?

Sementara itu Ketua Dewan Riset Nasional (DRN) Bambang Setiadi menjelaskan bahwa DRN bertugas menyusun ARN, membina DRD, memberi masukan kebijakan kepada menteri.

"Riset teknologi dan inovasi merupakan hal yang sangat penting. Kita jangan hanya menjadi pasar/konsumen inovasi namun juga harus bisa menciptakan inovasi itu sendiri," jelasnya.

Bambang menjelaskan pembentukan DRD oleh pemerintah diamanatkan secara eksplisit dalam Undang-undang Nomor 18 tahun 2002. "Satu-satunya yang menuliskan mempertahankan DRD secara langsung adalah gubernur Lampung," jelas Bambang.?

Ketua Dewan Riset Daerah (DRD) Provinsi Lampung Hasriadi Mat Akin menjelaskan DRD merupakan mitra pemerintah daerah dalam melaksanakan kajian analisis tentang potensi ristek di daerah.

Karena itu,? posisi ini menjadi sangat strategis di tengah perubahan cepat dalam pembangunan nasional.??

"Lada merupakan salah satu maskot Provinsi Lampung. Ini merupakan keunggulan luar biasa dan dikenal hingga ke mancanegara," ujarnya.

Pihaknya akan melakukan suatu riset guna merumuskan masalah dan upaya dalam meningkatkan produksi lada sehingga mampu menjadi kebanggaan Lampung dan meningkatkan perekonomian petani.

 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar