Bupati Waykanan ajak petani ikut asuransi

id peserta asuransi tani,ajak ikut asuransi tani,raden adipati surya,bupati waykanan

Bupati Waykanan, Raden Adipati Surya (Foto: Humas Pemkab Waykanan/Dok)

Dalam situasi yang rentan terjadi cuaca ekstrem seharusnya menjadi momentum untuk mengurus asuransi tani, kata Adipati
Waykanan, Lampung (Antaranews Lampung) - Bupati Waykanan, Provinsi Lampung, Raden Adipati Surya mengajak para petani di daerahnya segera menjadi peserta  asuransi usaha tani padi (AUTP) untuk mengantisipasi kerugian tanamam pertanian akibat gagal panen yang disebabkan bencana alam, khususnya banjir dan angin kencang.

"Dalam situasi yang rentan terjadi cuaca ekstrem seharusnya menjadi momentum untuk mengurus asuransi tani," kata Adipati yang ditemui di kantornya di Waykanan, Rabu (7/3).
    
Bupati mengatakan, untuk mendapatkan asuransi usaha tani padi (AUTP), para petani harus memastikan terlebih dahulu tergabung dalam kelompok tani (koptan), setelah itu akan dibimbing oleh tenaga penyuluh pertanian lapangan (PPL).

AUTP layak diikuti oleh seluruh petani di Waykanan, selain untuk mengantisipasi kerugian akibat gagal panen, premi asuransi itu juga masih mendapatkan subsidi dari pemerintah mencapai 80 persen dari total premi yang harus dibayar.

"Jadi murah sekali, petani cukup membayar premi Rp36 ribu untuk setiap kali musim tanam. Selanjutnya jika mengalami gagal panen mereka bisa mendapat pertanggungan mencapai Rp6 juta/ha," katanya.

Meski saat ini masih dilakukan pendataan jumlah petani yang telah mengikuti asuransi, tapi Adipati mengakui masih banyak petani yang belum mendaftar untuk mengikuti fasilitas itu.

Akhir Februari lalu, sejumlah wilayah kecamatan di Kabupaten Waykanan dilanda banjir yang mengakibatkan ribuan hektare lahan pertanian terendam dan mengalami kerusakan.

Berdasarkan data, lahan pertanian yang paling banyak terendam banjir berada di Kampung Rumbih yaitu 180 ha, Karta Jaya 165 ha, Tulangbawang 107 ha, Negara Mulya 100 ha, Negara Batin 80 ha dan Kampung Way Tuba Asri 60 ha.

Selain itu, masih banyak lahan pertanian sawah yang terendam banjir di beberapa kampung lainnya dengan luasan rata-rata 15-40 ha. Selain lahan padi, banjir juga merendam 250 ha lahan jagung, 75 ha lahan kedelai dan 58 ha lahan ubi kayu (singkong) milik masyarakat.

"Ada tujuh kecamatan yang terdampak banjir yang ikut merendam lahan pertanian padi, jagung kedelai dan singkong," katanya.

Pemkab Waykanan berencana memberikan bantuan dalam bentuk benih padi kepada petani yang tanamannya rusak akibat banjir akibat meluapnya Sungai Umpu dan Sungai Waykanan tersebut.

Banjir tersebut diperkirakan menimbulkan kerugian mencapai Rp50 miliar, karena selain merusak tanaman juga merusak bangunan rumah warga dan sarana umum seperti jalan dan jembatan.
Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar