Waykanan masih harus siaga hadapi bencana

id banjir waykanan, bupati waykanan, raden adipati surya, edward anthoni

Wakil Bupati Waykanan Edward Antony meninjau banjir di Kampung Karang Umpung, Kecamatan Blambangan Umpu, Selasa (27/2). (Foto: Antaralampung.com/Emir fajar Saputra)

Curah hujan yang diperkirakan terjadi sampai akhir bulan Mei 2018, lanjut dia, berarti kemungkinan masih terjadi banyak bencana susulan khususnya banjir, tanah longsor dan lainnya
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) telah menerangkan bahwa curah hujan di wilayah Provinsi Lampung diprakirakan masih tinggi sampai akhir bulan Mei 2018.

Kasi data dan Informasi BMKG Lampung Rudi Haryanto mengatakan, intensitas curah hujan pada bulan Maret ini diprakirakan masih tinggi dari siang sampai dini hari.

Tingginya volume curah hujan pada bulan Maret ini, yaitu 200-400 milimeter per bulan, menandakan curah hujan di seluruh Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung masih tinggi dan diperkirakan masih akan terjadi bencana susulan.

Sedangkan pada bulan April daerah bagian Timur dan Selatan yaitu, Kabupaten Lampung Selatan, Kota Bandarlampung, Kabupaten Lampung Timur, Kota Metro, Kabupaten Pesawaran, Kabupaten Pringsewu, dan sebagian Kabupaten Tanggamus, curah hujannya sudah mulai berkurang. Sementara daerah bagian Barat dan Utara yaitu Kabupaten Lampung Tengah, Lampung Utara, Tulangbawang Barat, Tulangbawang, Mesuji, Waykanan, Pesisir Barat, Lampung Barat, dan sebagian Kabupaten Tanggamus curah hujannya masih tinggi.

Kepala BPBD Waykanan, Rusli Arsyad mengatakan beberapa hari lalu Kabupaten Waykanan dalam status siaga satu terhadap bencana banjir dan longsor karena mengakibatkan sejumlah sarana umum, tempat tinggal, sawah, dan kolam ikan tergenang air luapan dari Sungai Wayumpu, Sungai Way Kanan, Sungai Way Tahmi dan saluran irigasi Oku Timur.

Rusli menjelaskan, pengeluaran status siaga satu itu bukan tanpa alasan, karena hampir di seluruh Kecamatan di Kabupaten Waykanan terkena bencana khsusunya banjir yang dialamai oleh warga yang tempat tinggalnya lebih dekat dengan sungai atau tebing.

Selain bencana banjir yang menimpa permukiman warga, ratusan hektare sawah juga terendam banjir dan beberapa kolam milik warga ikannya hilang akibat luapan air melebihi batas kolam.

Untuk itu, lanjut dia, pengeluaran status siaga satu bencana banjir ini sampai waktu yang tidak ditentukan, apalagi curah hujan saat ini masih tinggi khususnya di Kabupaten Waykanan dan masih berpotensi terjadi banjir susulan.

Ia pun menjelaskan, pihaknya menyiapkan semua tim rescue di beberapa titik yang dianggap sangat rawan banjir, agar dapat langsung memberikan informasi terkait banjir susulan tersebut.

Bupati Waykanan Raden Adipati Surya meminta semua harus waspada khususnya masyarakat yang tinggal di pinggiran sungai dan perbukitan.

Curah hujan yang diperkirakan terjadi sampai akhir bulan Mei 2018, lanjut dia, berarti kemungkinan masih terjadi banyak bencana susulan khususnya banjir, tanah longsor dan lainnya.

Karena itu, Pemerintah Kabupaten Waykanan bersama dengan seluruh jajaran dan instansi yang terkait untuk selalu berkordinasi bila terjadi bencana susulan. Khususnya bagi BNPB agar selalu bisa memberikan informasi terkini tentang bencana yang terjadi.

Selain BPBD, Dinas Sosial juga telah dipersiapkan bila terjadi bencana susulan seperti beras, makanan siap saji, mi instan, selimut dan lainnya. Sedangkan Dinas Kesehatan juga meenyiapkan tenaga medis dan posko kesehatan.

Adipati mengharapkan, masyarakat selalu waspada dan segera mengungsi ke tempat dataran tinggi bila terjadi banjir susulan.

Bupati pun mengatakan, tim rescue harus memberikan informasi kepada masyarakat bila terjadi banjir susulan agar tidak memakan korban jiwa.

Selain tim BPBD, dan rescue dari kabupaten, pihaknya juga harus berkoordinasi dengan pihak BPBD Provinsi Lampung untuk bantuan personel dan logistik bilamana diperlukan.

Ia pun mengharapkan, terdapat bantuan dari Pemerintah Provinsi Lampung dan Pusat untuk bantuan ke tingkat Kecamatan yang terkena banjir khususnya rumah tempat tinggal dan sawah warga yang tergenang banjir.


Bantuan Terus Diharapkan

Banjir di Waykanan beberapa hari lalu melanda 30 kampung dalam 14 kecamatan dan 1.500 KK terdampak banjir tersebut.

Wakil Bupati Waykanan Edward Antony menjelaskan, akibat imbas banjir yang merata di 14 kecamatan, dan 30 kampung yang terkena dampak banjir tersebut, diperkirakan kerugian yang dialami mencapai sekitar Rp50 miliar.

Dari 30 kampung tersebut yang terkena banjir hampir rata-rata kerusakan pada bangunan rumah warga, sarana umum seperti jalan dan jembatan.

Selain kerusakan sawah dan tanaman palawija, lanjut dia, banjir juga merusak bangunan jembatan, rumah warga, perkebunan, jalan, dan menyebabkan tanah longsor.

Selain itu, akibat tingginya curah hujan lebat pada senin malam (26/2) telah terjadi longsor dan menutup sejumlah akses jalan dusun 9, 4 dan 5 Kampung Karang Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu dan tanah longsor di dusun 7 Kampung Tanjung Tiga, Kecamatan Rebang Tangkas Kabupaten Waykanan.

Akibat bencana yang melanda di 30 Kampung tersebut membuat aktivitas warga terhenti. Mereka bergotong-royong membersihkan lumpur yang masuk rumah dan ada pula yang membersihkan jalan dari bekas longsoran yang terjadi.

Wakil Bupati Waykanan itu pun sempat membantu evakuasi warga korban banjir yang akan melahirkan di Kampung Karang Umpu, Kecamatan Blambangan Umpu.

Ia dengan Sekretaris Kesehatan Heri Novianto bersama-sama membantu warga yang akan melahirkan untuk dievakuasi dibawa ke puskesmas guna mendapatkan pertolongan pertama.

Edward menambahkan, ibu hamil yang akan melahirkan langsung dibawa menggunakan perahu karet ke pinggir dan langsung dibawa ke rumah sakit guna mendapatkan perawatan persalinan.

Dengan kesiapsiagaan para bidan desa, perawat, dan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD, ibu hamil tersebut dapat terbantu untuk melakukan persalinan.

Bidan desa setempat, Yeni mengatakan, warga yang mau melahirkan itu bernama Teresia Mahaleni (28) warga Dusun 9 Kampung Karang Umpu.

Sementara itu, Bupati Waykanan Raden Adipati Surya telah menyerahkan bantuan beras untuk 1.100 warga di empat kampung yang terdampak banjir di Kecamatan Neger
 
. Bupati Waykanan Raden Adipati Surya menyerahkan bantuan beras kepada korban banjir (Foto: Antara Lampung/Emir Fajar Saputra)


Bupati Waykanan Raden Adipati Surya menyerahkan bantuan beras kepada korban banjir (Foto: Antara Lampung/Emir Fajar Saputra) 

Menurutnya, bantuan ini baru berupa beras, sedangkan bantuan lainnya seperti selimut, mi instan, dan lainnya akan menyusul.

Bencana banjir yang terjadi pada tahun 2018 ini, lanjut dia, lebih besar dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Curah hujan yang tidak menentu dan deras mengakibatkan sejumlah sungai meluap dan terjadi banjir di mana-mana.

Ia pun berpesan, kepada warga yang tinggal di daerah berpotensi terdampak bencana seperti longsor dan banjir harus tetap waspada dan berhati-hati agar tidak terjadi apa-apa, dan untuk warga bila terjadi bencana agar dapat memberikan informasi kepada pemerintah setempat untuk mendapatkan pertolongan.

Meski pihak Pemkab Waykanan telah dan akan terus memberikan bantuan bagi warga terdampak banjir, namun beragam jenis bantuan dari berbagai pihak masih terus dinantikan.

 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar