Catat ! Perubahan iklim global akibatkan cuaca ekstrem melampaui perkiraan

id studi, pemanasan global, cuaca ekstrem, banjir

Catat ! Perubahan iklim global akibatkan cuaca ekstrem melampaui perkiraan

Banjir (ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas)

Kota Meksiko  (Antara/Thomson Reuters Foundation) - Badai, banjir dan cuaca ekstrem lain menghantam perkotaan jauh lebih keras daripada perkiraan ilmuwan, kata kepala jaringan global kota, yang menangani perubahan iklim.

        
Kekurangan air parah mendorong Cape Town dilanda kekeringan menuju "hari nol" ketika kehabisan air, membuktikan kesadaran pada kota rentan lain, kata Direktur Eksekutif Aliansi Perubahan iklim C40 Mark Watts.

        
"Hampir setiap kota anggota C40 melaporkan cuaca ekstrem, yang tidak sesuai dengan pengalaman sebelumnya dan melampaui semua model perubahan iklim," kata Watts kepada Thomson Reuters Foundation.

        
"Mengingat bahwa semua model ilmiah gagal memperkirakan kecepatan dampak iklim, bagaimana Anda melakukan kebijakan publik yang baik?," katanya di sela konferensi Women4Climate C40.

        
Hampir separuh dari 92 kota di jaringan C40 mengalami banjir yang ekstrim tahun lalu, yang mengatakan bahwa "bias optimistis" dibangun dalam prakiraan ilmiah.

        
Peristiwa yang tidak terduga membuat kota semakin sulit untuk memutuskan apakah mereka harus berinvestasi dalam tindakan perlindungan mahal seperti dinding laut, atau memilih dataran banjir daripada membangun apartemen tepi laut yang mewah, katanya.

        
"Dalam kebanyakan kasus, kita telah mengalami sesuatu di luar apa yang diproyeksikan rancang model, entah itu banjir, panas yang ekstrem, atau hanya perubahan cuaca yang kita lihat," katanya.

        
Sementara banjir mempengaruhi banyak kota, kekeringan parah mendorong Cape Town menuju hingga keran tidak meneteskan air. 

Banjir besar juga melanda wilayah Indonesia, termasuk di wilayah Lampung.

        
Hal ini mengirim pesan ke kota-kota agar membuat diri mereka lebih mampu untuk bertahan, katanya.

        
"Ini adalah sinyal peringatan yang sangat besar karena Cape Town adalah kota dengan sumber daya yang baik. Namun sekarang mereka akan menjadi kota pertama di dunia yang kehabisan air sepenuhnya, hanya karena keparahan dampak iklim," kata Watts.

        
"Dan sayangnya mereka tidak akan menjadi kota terakhir yang mengalaminya," katanya menambahkan.

        
Sepuluh kota di jaringan C40, termasuk London, Kota Meksiko dan Sao Paulo, berada dalam bahaya dan bisa kehabisan air jika curah hujan lebih rendah dari rata-rata.

        
Kota dapat membantu menyelamatkan persediaan dengan menggunakan kembali air yang mengalir ke pranata drainase dan dengan memasang fitur seperti pengecoran dengan kemampuan menyerap untuk menangkap air hujan, katanya.

        
"Anda betul-betul harus merencanakan hal terburuk sekarang," kata Watts menegaskan.


Penerjemah : Roy/B Soekapdjo




Pewarta :
Editor : Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar