Tanggapan atas meninggalnya Evangelis Billy Graham

id Pendeta Billy Graham meninggal, Billy Graham

Pendeta Billy Graham meninggal dunia dalam usia 99 tahun (townhall.com)

Saya menyaksikannya hidup penuh iman dalam kebaikan yang terus menerus, memberikan dorongan dan bimbingan yang dia ulurkan kepada Hillary dan saya
Washington (Reuters/Antaranews Lampung) - Billy Graham menjadi pengkotbah terkenal di Amerika Serikat selama 70 tahun di meja mimbar.

Berikut ini adalah pendapat atau tanggapan berbagai tokoh atas meninggalnya Billy Graham pada Rabu :
 

"Billy Graham yang luar biasa telah meninggal. Tidak ada seseorang seperti dia. Dia akan dirindukan kaum Nasrani dan semua agama. Manusia yang sangat spesial," kata Presiden AS Donald Trump dalam twitter.

Trump memerintahkan bendera setengah tiang di seluruh kantor pemerintahan AS, termasuk markas militer, kapal angkatan laut dan kedutaan besar pada hari pemakaman jenazah Graham.


"Billy Graham adalah pelayan rendah hati, yang berdoa bagi banyak orang dan siapa saja, dengan hikmat dan anugerah, memberikan pengharapan dan tuntunan kepada berbagai generasi penduduk Amerika," kata mantan Presiden AS Barack Obama dalam tweetnya


"Billy Graham adalam pemimpin yang konsekuen. Ia memiliki kekuatan, kehadirannya memikat hati dan memiliki pikiran tajam dan jernih. Dia penuh dengan kebaikan dan anugerah. Kasihnya kepada Kristus dan jiwanya yang lembut telah membantu membuka hati terhadap Dunia, termasuk saya," kata mantan Presiden AS George W. Bush, yang menyatakan dalam suatu pernyataan bahwa Graham telah menginspirasi dirinya untuk mencari ketenangan hati.
 
 
"Billy Graham adalah Pastor Amerika ... Saya pikir Billy menyentuh hati bukan hanya orang Kristen, tetapi penduduk dari berbagai kepercayaan, karena dia adalah orang baik," kata mantan Presiden AS George H.W. Bush dalam suatu pernyataan.
 
"Perkataannya yang berkuasa dan keyakinan itu  menyentuh hati dan pikiran  hingga tidak terhitung. Saya menyaksikannya hidup penuh iman dalam kebaikan yang terus menerus, memberikan dorongan dan bimbingan yang dia ulurkan kepada Hillary dan saya," kata mantan Presiden AS Bill Clinton dalam suatu pernyataan atas namanya dan istrinya, mantan Menlu AS Hillary Clinton.
 

"Dia meneguhkan kehidupan spiritual dari berpuluh-puluh juta orang di seluruh dunia. Pemikiran yang luas, pengampunan dan kerendahan hatinya dalam memperlakukan orang lain, ia mencontohkan kehidupan Yesus Kristus secara konstan untuk menjangkau banyak kesempatan dalam melayani. Ia memiliki  pengaruh yang luar biasa atas kehidupan kerohanian saya," kata  mantan Presiden AS Jimmy Carter dalam suatu pernyataan.
 
"Pelayanan Billy Graham untuk Injil Yesus Kristus dan pengajarannya yang luar biasa telah mengubah kehidupan puluhan juta orang. Kita berduka atas kepergiannya, tetapi saya tahu sangat pasti bahwa hari ini dia mendengar seluruh ucapan itu. Pelayan yang penuh iman dan pelaku kebaikan. Terima kasih Billy Graham. Tuhan memberkatimu," kata Wapres AS Mike Pence dalam Twitter


"Siapa saja yang bertumbuh dewasa pada era 1950 dan 1960  akan dapat menceritakan kepadamu bahwa sulit untuk tak mengingat  dan terkesan dengan Pendeta Billy Graham. Teguh dalam iman dan kami selalu menghormati dan mengagumi Billy Graham dan pekerjaannya untuk membawa manusia kepada Allah," kata Kardinal Timothy Dolan, Uskup Besar New York, dalam suatu pernyataan.
 

"Billy Graham selalu dan akan selalu menjadi pahlawan di rumah kami. Hampir seperti ayah saya sendiri, Pendeta Graham adalah yang rendah hati dan penuh anugerah seperti saya kenal. Saya terhormat memanggil dia sebagai teman dan guru," kata   "Televangelist and "megachurch" Pastor Joel Osteen dalam pernyataanya Twitter


"Cara hidupnya yang baik dan kerendahan hati yang alami membuat dirinya adalah orang sangat dipercaya bagi 12 Presiden AS,  meyakinkan gerenasi-generasi AS bahwa pemimpin mereka bergantung pada orang rendah hati ini untuk bimbingan dan dukungan," kata Pemimpin Mayoritas Senat AS Mitch McConnell dalam suatu pernyataan.
 

Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar