Pemkot Bandarlampung ajukan formasi CPNS

id kepala bkd,kota bandarlampung, saat asnawi

Kepala BKD Bandarlampung Saad Asnawi (FOTO: ANTARA Lampung/ist)

Pengajuan yang kami lakukan ini berdasarkan permintaan dari BKN, dalam rangka perencanaan
Bandarlampung  (Antaranews Lampung) - Pemerintah Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung mengajukan formasi calon pegawai negeri sipil (CPNS) ke Badan Kepegawaian Nasional (BKN) sebanyak 2.526 formasi.

"Pengajuan yang kami lakukan ini berdasarkan permintaan dari BKN, dalam rangka perencanaan," kata Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Bandarlampung Saad Asnawi, di Bandarlampung, Selasa.

Dia mengatakan, pengajuan ini bukan atas permintaan pemkot dan pengajuannya sangat mendesak, karena Pemkot Bandarlampung membutuhkan penambahan pegawai.

"Ini mendesak khususnya pendidik dan pegawai teknis, bahkan secara alamiah pegawai sudah memasuki masa pensiun jadi kami serahkan ke pusat," kata dia lagi.

Ia menyebutkan, sebanyak 2.526 formasi yang diajukan ke pemerintah pusat itu, meliputi 1.321 untuk formasi tenaga pendidikan atau guru, tenaga kesehatan sebanyak 482 formasi, dan tenaga teknis sebanyak 723 formasi.

"PNS saat ini total ada sembilan ribuan sekian, kalau rincinya tidak bisa dipastikan, mengingat adanya perpindahan dan pensiun," kata dia pula.

Menurutnya, jumlah personel yang pensiun setiap tahunnya rata-rata hampir 300 orang lebih. Tahun lalu saja hampir 300 pegawai yang pensiun.

Sebelumnya, Pemkot Bandarlampung tidak mendapatkan jatah CPNS lantaran dilihat dari belanja pegawai daerah yang sudah di atas 50 persen.

"Kami berharap supaya pusat juga mempertimbangkan bukan hanya melihat belanja pegawainya, melainkan kebutuhan organisasi, karena sudah banyak yang pensiun," kata dia lagi.

Upaya untuk menyikapi kekurangan ASN seiring kian bertambah yang pensiun, Pemkot Bandarlampung menyiasatinya dengan terus meningkatkan kinerja dan disiplin.

"Salah satu langkahnya kita harus terus meningkatkan kinerja dan disiplin ASN, jangan sudah kuantitasnya berkurang, kualitasnya pun buruk," kata dia pula.
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar