Milisi dan petempur Rusia tewas, AS tak tahu dalangnya

id AS serang Suriah, Perang Kurdi dan Surih, Perang Kurdi dan Irak

Dua pesawat tempur AS F-22 Raptors terbang di wilayah Suriah (www.rte.ie)

Washington (Antara/Reuters) - Amerika Serikat belum yakin akan siapa memimpin serangan 7 Februari terhadap Amerika Serikat dan pasukan dukungan Amerika Serikat di Suriah, kata Menteri Pertahanan Jim Mattis pada Sabtu.

        
Pada kesempatan itu, dia mengakui bahwa kontraktor sipil Rusia terlibat.

        
Sekitar 300 orang, yang bekerja untuk perusahaan militer swasta Kremlin terkait dengan Rusia, terbunuh atau terluka di Suriah
   
Amerika Serikat memperkirakan, sekitar 100 tentara Suriah terbunuh dalam serangan Amerika Serikat untuk mengatasi serangan pada 7 Februari itu.

        
Perwira militer Rusia mengatakan kepada Amerika Serikat selama kejadian tersebut bahwa Moskow tidak terlibat. Pentagon menolak berkomentar tentang susunan pasukan penyerang yang tepat dan Mattis tampak bingung untuk menjelaskan kejadian itu 10 hari kemudian.

        
"Saya masih belum bisa memberi Anda informasi lebih lanjut mengapa mereka melakukan ini, tapi mereka menerima arahan dari seseorang," kata Mattis kepada wartawan yang terbang kembali ke Washington bersamanya dari perjalanan ke Eropa, kata salinan Pentagon.

        
"Apakah itu perintah lokal? Apakah dari sumber eksternal? Jangan tanya saya, saya tidak tahu," katanya.

        
Mattis mengatakan bahwa dia "mengetahui" bahwa Moskow telah mengakui kontraktor terlibat, tanpa merinci apakah pengetahuan itu berasal dari laporan pers. Pejabat Rusia mengatakan kepada wartawan bahwa lima warga Rusia mungkin terbunuh dalam bentrokan dengan pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat.

Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar