Data awal, lima petempur Rusia tewas akibat serangan koalisi AS

id Perang Suriah dan Irak, pengungsi Suriah. Rusia serang Suriah, Rusia

File/Kapal perang Rusia dari Teluk Caspian Flotilla menyerang target di Suriah dengan rudal penjelajah. (www.verelq.am)

Moskow (Antara/Xinhua-OANA) - Juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharov mengatakan, Kamis, lima warga negara Rusia pada tahap awal dipastikan tewas di Suriah dalam bentrokan dengan koalisi pimpinan Amerika Serikat pekan lalu.


"Menurut data awal, sebagai akibat dari konflik bersenjata, penyebabnya masih dipelajari, dan lima orang, yang agaknya merupakan warga negara Rusia, kemungkinan terbunuh," kata Zakharova.


Ia mengatakan beberapa orang lainnya terluka, namun keterangan rinci soal kewarganegaraan mereka masih dicek.


Jubir Kemlu itu menggarisbawahi bahwa laporan-laporan soal banyak tentara Rusia menjadi korban adalah kesalahan informasi yang kerap terjadi.


"Saya ingin tekankan lagi, mereka bukan prajurit-prajurit Rusia, kata Zakharova.


Ia menambahkan bahwa banyak orang dari berbagai kewarganegaraan dengan tujuan-tujuan berbeda berada di zona konflik Suriah dan sulit untuk melacak mereka semua.


Pekan lalu, Kementerian Pertahanan Rusia mengatakan unit milisi propemerintah melancarkan operasi pengintaian dan pencarian pada 7 Februari di sekitar kilang minyak di provinsi Deir al-Zour.


Operasi itu dilakukan untuk mengidentifikasi dan menghancurkan sebuah kelompok penjahat yang menembaki posisi-posisi tentara pemerintah, tapi ditembaki oleh koalisi pimpinan AS dan sekutu-sekutu lokalnya.


Koalisi sendiri menyatakan bahwa pihaknya melaksanakan serangan udara terhadap "pasukan prorezim Suriah", yang melakukan "serangan yang tidak diprovokasi" ke markas utama Pasukan Demokratik Suriah pimpinan Kurdi dan menewaskan sekitar 100 anggota milisi.


Pernyataan Jubir Kemlu itu merupakan pengakuan pertama kalinya yang dinyatakan secara resmi oleh Moskow bahwa warga negara Rusia tewas dalam bentrokan dan koalisi pimpinan AS di Suriah.

Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar