Pesawat tempur Turki serang milisi Kurdi

id Perang Suriah dan Irak, pengungsi Suriah. Rusia serang Suriah, Rusia, Turki

Korban terus bertambah/ilustrasi (Reuters)

Istanbul (Antara/Reuters) - Pesawat tempur Turki melanjutkan serangan pada milisi YPG Kurdi di Afrin, Suriah, Jumat, setelah jeda lima hari menyusul penembakan pesawat tempur Rusia di tempat lain di Suriah, kata koran Hurriyet dan media lainnya.


Hurriyet mengatakan Turki telah menghentikan serangan udara saat Rusia membenahi sistem pertahanan udara setelah gerilyawan Suriah menembak jatuh sebuah pesawat tempur Rusia di Provinsi Idlib pada 3 Februari.


Kantor berita Anadolu yang dikelola negara mengatakan pesawat tempur Turki menyerang setidaknya enam sasaran serangan udara yang dimulai sekitar tengah malam. Tidak ada informasi mengenai korban jiwa atau kerusakan.


Turki meluncurkan serangan udara dan darat di Afrin pada 20 Januari yang menargetkan petempur Kurdi YPG, yang dilihatnya sebagai sayap teroris Partai Pekerja Kurdistan yang dilarang (PKK) yang telah melakukan pemberontakan tiga dekade di tanah Turki.


Pemerintah Suriah sebelumnya menggambarkan serangan Turki di wilayah Afrin di Suriah sebagai "agresi" ilegal dan mengatakan pihaknya akan menanggapi serangan itu dengan tindakan setimpal.


"Operasi militer Turki di Suriah utara adalah agresi yang mencolok," kata kementerian luar negeri Suriah dalam pernyataan yang disebarkan di media pemerintah.


"Keberadaan pasukan asing tanpa izin merupakan 'pendudukan dan akan ditindak dengan semestinya'," demikian bunyi pernyataan itu.


Serangan itu membuka permusuhan baru dalam perang antara banyak pihak di Suriah.


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan pada Ahad (28/1) berikrar akan membersihkan perbatasan dengan Suriah "dari pelaku teror", tindakan yang dapat meningkatkan resiko bentrokan antara tentara Turki dan Amerika Serikat di negara yang dicabik perang itu.


Wakil Perdana Menteri Turki dan Juru Bicara Pemerintah Bekir Bozdag pada Senin, hari kesepuluh penyerbuan Turki, mengatakan tentara Amerika Serikat akan dijadikan sasaran jika berbaur dengan petempur Kurdi.


Turki, sebelumnya juga mengatakan, bahwa kedua negara itu harus memperbaiki kepercayaan, yang rusak, menyusul serangkaian perselisihan, terutama mengenai perang Suriah.


Hubungan antarsekutu NATO tersebut tegang akibat dukungan Amerika Serikat kepada petempur YPG Kurdi di Suriah. Turki menganggap YPG sebagai kelompok teroris, namun menjadi unsur kunci kekuatan dukungan Amerika Serikat untuk memerangi IS di Suriah.


Media Turki sebelumnya melaporkan bahwa Penasihat Keamanan Nasional Amerika Serikat H.R. McMaster dan Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Rex Tillerson akan mengunjungi Turki dalam waktu dekat.


"Amerika Serikat harus mengerti dan memahami kekhawatiran kami," kata Menteri Luar Negeri Mevlut Cavusoglu, "Anda bekerja sama dengan organisasi teror ini dengan sadar dan ini merupakan ancaman bagi kami."

Erdogan mengatakan bahwa pasukan Turki akan maju ke timur menuju Kota Manbij, bagian dari wilayah yang dikuasai Kurdi sekitar 100 km (60 mil) timur Afrin, tempat pasukan Amerika Serikat dikerahkan untuk mencegah Turki dan kelompok pemberontak dukungan Amerika Serikat terlibat bentrok.


Erdogan meminta pasukan Amerika Serikat agar mereka mundur dari Manbij, seraya mengatakan bahwa Amerika Serikat telah menempatkan negaranya melawan Turki, Iran dan mungkin Rusia dengan mempersenjatai Angkatan Bersenjata Demokratik Suriah (SDF) yang didominasi YPG di sebagian besar wilayah utara Suriah yang berbatasan dengan Turki.

Penerjemah : G.N.C. Aryani
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar