100 petempur pendukung Presiden Suriah tewas

id Perang Kurdi dan Suriah, AS serang Suriah

Dua pesawat tempur AS F-22 Raptors terbang di wilayah Suriah (www.rte.ie)

Kami menduga pasukan pro-rezim Suriah berusaha merebut wilayah SDF telah direbut pada bulan September 2017
Washington (Antara/Reuters) - Lebih dari 100 petempur sekutu Presiden Suriah Bashar al-Assad tewas setelah pasukan gabungan pimpinan Amerika Serikat menggagalkan serangan besar tergalang pada Rabu malam dan Kamis dinihari, kata pejabat AS.

        
Korban besar tewas tersebut menggarisbawahi tingkat serangan itu, yang disebut pejabat Amerika Serikat melibatkan sekitar 500 petempur berlawanan, didukung senjata berat, tank, roket peluncur ganda dan mortir. 

Pejabat tersebut berbicara kepada Reuters dengan syarat tidak dikenali.

        
Tidak ada tentara Amerika Serikat tewas atau terluka dalam kejadian tersebut, kata pejabat.

        
Namun, tentara Amerika Serikat, yang bergerak bersama Pasukan Demokratik Suriah (SDF), yang bermarkas di provinsi Deir al-Zor, Suriah, menjadi sasaran serangan tersebut.

        
Sorang petempur SDF terluka dalam kejadian tersebut, kata pejabat tersebut.

        
"Kami menduga pasukan pro-rezim Suriah berusaha merebut wilayah SDF telah direbut pada bulan September 2017," kata pejabat tersebut.

        
Pasukan tersebut "kemungkinan berusaha merebut ladang minyak di Khusham yang merupakan sumber pendapatan utama  tahun 2014 sampai 2017."
   
Baik pejabat Amerika Serikat maupun koalisi yang didukung Amerika Serikat tidak memberikan rincian tentang pasukan penyerangan. Tentara Suriah didukung oleh milisi yang didukung Iran dan pasukan Rusia.

        
Koalisi yang dipimpin Amerika Serikat telah memperingatkan pejabat Rusia tentang kehadiran pasukan SDF di daerah tersebut jauh sebelum serangan yang digagalkan, kata pejabat Amerika Serikat.

        
"Pejabat koalisi melakukan komunikasi reguler dengan rekan-rekan Rusia sebelum, selama dan setelah serangan (musuh) yang digagalkan," kata pejabat tersebut.

        
Penerjemah : GNC Aryani/B Soekapdjo




Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar