Kolonel tembak mati Jenderal Somalia

id Jenderal Somalia tewas, Konflik Somalia

Kolonel tembak mati Jenderal Somalia

Pasukan komando Somalia dilatih AS/file (mareeg.com)

Mogadishu (Antara/Reuters) - Seorang jenderal Somalia tewas ditembak di kepalanya pada Kamis di Mogadishu, sementara seorang kolonel wakilnya ditangkap terkait pembunuhan tersebut, kata sumber di kalangan militer.
        
Pembunuhan terhadap Jenderal Marinir Saiid Aden Yusuf, yang tampaknya bermuatan pertikaian pribadi, itu menunjukkan berbagai masalah, yang dihadapi militer.
        
Militer Somalia berupaya memerangi pemberontakan kelompok keras al Shabaab dengan bantuan pasukan penjaga perdamaian dari Uni Afrika.
        
"Jenderal marinir kami dibunuh oleh wakilnya di pelabuhan Mogadishu hari ini. Si pembunuh sudah ditangkap. Kejadian itu disesalkan dan tidak terduga. Penyelidikan sedang dijalankan," kata perwira marinir Ahmed Ali kepada Reuters.
        
Warga Mogadishu bernama Nur Mohammed mengatakan kepada Reuters bahwa kolonel tersebut melakukan tembakan beberapa kali menggunakan pistolnya hingga mengenai bagian kepala sang jenderal.
        
"Saya sempat mengobrol dengan jenderal sesaat sebelum ia dibunuh ... Saya mendengar ada suara tembakan dan waktu saya lari ke lokasi kejadian, saya kaget melihat jenderal tergelatak di lantai, dalam keadaan berlumuran darah," kata Mohammed.
        
Mohammed mengambahkan bahwa Jenderal Yusuf meninggal di tempat karena luka tembak.
        
Perwira marinir Ahmed Ali mengatakan sang kolonel sudah ditahan.
        
Al Shabaab sedang melancarkan pertempuran untuk menggulingkan pemerintahan serta membentuk aturan sendiri berdasarkan pemahamannya atas hukum syariah Islam.
        
Kelompok itu sudah didepak keluar dari sebagian besar benteng-bentengnya di wilayah perkotaan namun masih memiliki kemampuan untuk meningkatkan serangan maut di Mogadishu dan daerah-daerah lainnya.
        
Sejak Presiden Mohamed Siad digulingkan pada 1991, Somalia mengalami serangan, sementara pemerintahan pusat tidak memiliki kekuatan memadai.

Penerjemah : T Mutiasari/B Soekapdjo