Pemprov Lampung Perkuat Infrastruktur Konektivitas

id gubernur mou dengan ipc, gubernur lampung, m ridho ficardo, mou dengan pt pelindo,

Gubernur Lampung M Ridho Ficardo (kanan) dan Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya (kanan) teken MoU soal infrastruktur konektivitas di kompleks Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara, Rabu, (17/1) (Foto: Humas Pemprov Lampung)

Pelabuhan sebagai rantai pergerakan perekonomian suatu daerah mempunyai peran penting dalam pergerakan barang untuk menunjang kemajuan sektor perekonomian, kata Ridho
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Pemerintah provinsi Lampung terus berupaya memperkuat infrastruktur konektivitas daerah setempat dengan mengembangkan pelabuhan untuk mendukung tiga sektor andalan, yakni industri, pertanian dan pariwisata.

"Untuk mewujudkan itu gubernur menjalin nota kesepahaman dengan Pelindo II Panjang atau IPC di Jakarta," kata Kepala Bagian Humas Provinsi Lampung, Heriyansyah, di Bandarlpung, Kamis.

Ia menyebutkan, MoU itu dilaksanakan antara Gubernur Lampung Ridho Ficardo dengan Direktur Utama IPC Elvyn G. Masassya, di kompleks Pelabuhan Tanjung Priuk Jakarta Utara, Rabu (17/01).

Ia menyebutkan, MoU yang disepakati adalah pemindahan pelayanan kapal Pelra (Pelayaran Rakyat) yang semula di Pelabuhan Panjang ke Pelabuhan Sebalang (Lampung Selatan).

Kemudian, reaktivasi jalur rel kereta api ke Pelabuhan Panjang dan pembangunan Dry port batu bara di Kabupaten Way Kanan, serta pemanfaatan jalan dan lahan milik Pemprov Lampung.

Kesepakatan tersebut diharapkan dapat mengembangkan infrastruktur konektivitas di Lampung, terutama dalam mempersiapkan diri menghadapi "multiplier effect" jalan tol.

"Pelabuhan sebagai rantai pergerakan perekonomian suatu daerah mempunyai peran penting dalam pergerakan barang untuk menunjang kemajuan sektor perekonomian," kata Gubernur Ridho.

Hal tersebut, lanjutnya, sejalan juga dengan tiga sektor andalan pemerintah provinsi Lampung yakni sektor industri, ?pertanian dan pariwisata dengan melakukan pergerakan secara simultan dengan kata kuncinya adalah tersedianya infrastruktur konektivitas yang mendukung pertumbuhan tiga sektor tersebut.

Menurut dia, pertumbuhan pembangunan Provinsi Lampung ke depan khususnya industri akan mengarah kepada hilirisasi.

Ia menjelaskan dengan adanya industrialisasi dalam percepatan pembangunan diharapkan dapat menjadikan lompatan pembangunan lebih jauh lagi, terlebih lagi jika nanti ada jalan tol yang membuat fungsi infrastruktur konektivitas dapat meningkatkan percepatan pembangunan di Provinsi Lampung.

"Akselerasi yang akan terjadi ke depan harus lebih dapat dicermati. Percepatan pembangunan harus diimbangi dengan mempersiapkan masyarakat dalam menerima percepatan pertumbuhan perekonomian itu. Hal ini tentu nya dapat dijadikan perhatian bagi kita bersama untuk menerima kemajuan pertumbuhan pembangunan," kata Gubernur.

Direktur Utama IPC Elvyn G Masassya mengatakan secara konsisten IPC berupaya untuk mengembangkan dan meningkatkan berbagai aspek secara bertahap yang menghadirkan pelayanan cepat dan mudah diakses.

Selain itu, juga mempersiapkan palayanan fisik yang memadai dan ramah terhadap pemangku kepentingan. Sinergitas antara IPC dan Pemprov Lampung ini adalah untuk menjembatani inovasi dan upaya peningkatan pelayanan bagi pelaku bisnis dan masyarakat di Indonesia.

"Kerjasama ini diharapkan dapat menunjang kelancaran dan meningkatkan geliat perekonomian Provinsi Lampung," ujar Elvyn.

 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar