Alibaba tutup 240 ribu toko daring

id China, toko daring, Alibaba

Pemandangan atas kantor pusat Grup Alibaba di Hangzhou, China (21/3/2016)/file (Xinhua)

Beijing (Antara Lampung) - Induk perusahaan perdagangan berbasis elektronik (e-commerce) Alibaba sepanjang 2017 menutup 240 ribu toko online atau dalam jaringan/daring yang diduga menjual barang tiruan di China.
         
Perusahaan milik Jack Ma itu juga membantu membongkar kasus pemalsuan barang senilai 4,3 miliar RMB (Rp8,6 triliun), demikian laporan tahunan Alibaba yang dirilis, Rabu.
         
Alibaba juga memberikan petunjuk kepada pihak kepolisian mengenai sejumlah produk tiruan yang beredar di seluruh wilayah daratan Tiongkok sehingga berhasil menangkap 1.606 tersangka.
         
Sebagai penyedia layanan retail e-commerce terbesar di dunia, Alibaba memerangi peredaran barang imitasi untuk melindungi hak kekayaan intelektual.
         
Pada Januari tahun lalu melalui sistem analisis mahadata (big data), Alibaba menghimpun 20 pemegang merek dagang untuk menghentikan peredaran barang tiruan.
         
Sampai saat ini jumlah pemegang merek yang bergabung dalam gerakan itu bertambah menjadi 30 perusahaan, demikian Kantor Berita Xinhua.
         
Meskipun Alibaba terus berupaya membersihkan platform layanannya dari penjualan barang tiruan, perwakilan anak perusahaannya, Tabao.com, di Amerika Serikat pada bulan ini memasukkan daftar hitam beberapa merek ternama karena menjual barang tiruan dan melanggar hak kekayaan intelektual.
        
Sementara itu, Alibaba berencana membayar gaji sebesar 350 ribu hingga 400 ribu RMB (Rp700 juta - Rp800 juta) per tahun kepada dua karyawannya yang berusia di atas 60 tahun bekerja di markas Taobao di Hangzhou, Provinsi Zhejiang, laporan China Daily
Pewarta :
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar