Video diduga pertengkaran Wakil Wali Kota Bandarlampung beredar luas

id video pertengkaran wakil wali kota, wali kota bandarlampung bertengkar, yusuf kohar, efendi yunus

Video diduga pertengkaran Wakil Wali Kota Bandarlampung beredar di media sosial (Foto: Ilustrasi)

Beliau hanya memberitahu akan menjadi Wali Kota pada bulan Februari 2018. Saya bilang tidak ada masalah, kata Yunus
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Sebuah video yang diduga berisi pertengkaran antara Wakil Wali Kota Bandarlampung Yusuf Kohar dengan Kepala Dinas Tata Kota dan Pemukiman Kota Bandarlampung Efendi Yunus kini beredar luas di media sosial.

Berdasarkan informasi yang dihimpun di lingkungan kantor Pemerintah Kota Bandarlampung, pertengkaran tersebut terjadi pada Rabu (17/1) sekitar pukul 16.00 WIB.

Saat itu, Wakil Wali Kota Yusuf Kohar tengah berkeliling ke sejumlah dinas/kantor di lingkungan Pemkot termasuk Dinas Tata Kota dan Pemukiman.
     
Dalam video berdurasi sekitar 20 detik itu terlihat Wakil Wali Kota dan Kepala Dinas Tata Kota dan Pemukiman saling "ngotot" bahkan nyaris adu fisik namun dilerai oleh beberapa orang yang ada di ruangan tersebut.

Kepala Dinas Tata Kota dan Pemukiman Kota Bandarlampung Efendi Yunus saat dikonfirmasi media mengatakan tidak ada masalah dengan Wakil Wali Kota, Yusuf Kohar hanya memberitahu kepadanya bahwa dirinya akan menjadi Wali Kota Bandarlampung pada Februari 2018.
     
"Beliau hanya memberitahu akan menjadi Wali Kota pada bulan Februari 2018. Saya bilang tidak ada masalah," kata Yunus.

Ia menyatakan dirinya sudah 35 tahun menjadi menjadi pegawai, jika pun Yusuf Kohar naik menjadi Wali Kota tidak ada masalah.

Yunus menyatakan saat itu Yusuf Kohar pun meminta gambar Herman HN dicopot jika Yusuf Kohar menjadi wali kota.

"Tidak ada masalah personal, jika ada masalah pasti sudah dipanggil inspektorat termasuk Wali Kota Bandarlampung Herman HN dan sekali lagi saya tidak ada masalah," kata dia.

Sementara itu, Waki Wali Kota Bandarlampung Yusuf Kohar tidak bisa dhubungi melalui telepon genggamnya.


Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar