Dokumen : Dunia semakin berbahaya

id AS diduga kembangkan senjata nuklir baru, senjata nuklir AS

Dua pengebom strategis AS B-1B melakukan latihan dengan pesawat F-15 Korsel di atas kawasan Kyushu, Senin/file (Kementerian Pertahanan Jepang/japantimes.co.jp)

Washington (Antara/Reuters) - Bocoran dokumen kebijakan Amerika Serikat yang disiarkan laman "Huffington Post" menyebutkan kondisi dunia semakin berbahaya, bukan sebaliknya.
 
Pada Jumat, Kementerian Pertahanan Amerika Serikat mengatakan tidak akan menanggapi "dokumen strategi dan tinjuan, yang belum diputuskan".
        
"'Nuclear Posture Review' itu belum selesai dan masih akan ditinjau kembali dan harus disetujui oleh presiden dan menteri pertahanan," kata Pentagon dalam pernyataan tertulis.
 
"Dunia semakin berbahaya, bukan sebaliknya," kata dokumen itu.
        
Dokumen yang sama menyambut baik peran senjata nuklir sebagai pencegah serangan musuh dan menjadi bagian modernisasi persenjataan nuklir Amerika Serikat yang sudah uzur.
        
Badan anggaran di Kongres memperkirakan bahwa proyek modernisasi dan pemeliharaan persenjataan nuklir Amerika Serikat dalam waktu 30 tahun akan memakan biaya lebih dari 1,2 trilyun dolar AS.
        
Namun, dokumen baru mengatakan bahwa biaya pemeliharaan senjata nuklir yang sudah ada akan juga akan menghabiskan uang negara sebesar 600 milyar dolar AS, atau setengah dari biaya modernisasi. Pertahanan nuklir juga lebih murah dibanding perang.
        
Usulan dokumen itu mengatakan bahwa Rusia dan China sudah memperbaharui gudang senjata nuklir mereka, sementara provokasi nuklir dari Korea Utara "mengancam perdamaian regional dan global."
  
Penerjemah :     GM.N.Lintang/B. Soekapdjo
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar