Tayangkan drama terinspirasi skandal remaja, Netflix dikecam

id Skandal seks remana, Netflix dikecam keras

Logo Netflix yang diluncurkan pada 19 September2014 di Paris. (Getty Images/ time.com)

London (Antara/Thomson Reuters Foundation) - Korban perdagangan seks mendesak Netflix pada Kamis menghentikan pertunjukan baru bertitel "Baby" - terinspirasi oleh skandal seks remaja Italia - menuduh Netflix membuat anggapan normal soal penganiayaan anak.
        
Dalam sebuah surat kepada para eksekutif Netflix, mereka menuduh Netflix memiliki standar ganda mengagungkan eksploitasi seksual, beberapa minggu setelah Netflix mendepak aktor Kevin Spacey, bintang drama andalannya "House of Cards," menyusul tuduhan pelecehan seksual.
        
"Baby," yang mulai diproduksi tahun ini, terinspirasi oleh skandal di Roma tempat siswa remaja dari Distrik Parioli yang kaya di kota tersebut dikatakan telah menjajakan dirinya untuk membeli pakaian desainer dan telepon genggam.
        
Kegiatan tersebut melibatkan eksploitasi gadis berusia 14 dan 15 tahun, dijuluki skandal "baby squillo" - yang berarti pelacur di bawah umur. Surat tersebut mengatakan bahwa delapan pelaku perdagangan seksual telah ditangkap dan biang keladinya dipenjara selama 10 tahun.
        
"Netflix baru-baru ini mendepak Kevin Spacey ... Berbalik arah dan menghasilkan sebuah pertunjukan yang mengagungkan perdagangan seks anak di bawah umur dan menyebutnya 'hiburan unik,' ini adalah puncak kemunafikan ..." ujar Lisa Thompson, wakil presiden Pusat Nasional Eksploitasi Seksual (NCOSE) yang berbasis di Amerika Serikat.

        
                Netflix tidak segera memberikan pernyataannya.

        
Laman web Netflix mengatakan bahwa "Baby" terinspirasi secara gamblang oleh skandal "baby squillo," yang menggambarkan delapan cerita tersebut sebagai "kisah kedewasaan remaja yang mengeksplorasi kehidupan anak-anak sekolah Roma yang tak terlihat."
  
Surat yang dikirim ke eksekutif Netflix pada Kamis - yang merupakan Hari Kesadaran Perdagangan Manusia Nasional - ditandatangani oleh 56 aktivis, penyedia layanan sosial dan korban perdagangan seks, termasuk beberapa orang yang dieksploitasi saat remaja.
        
"Tidak ada yang namanya 'pelacur anak-anak' - hanya anak-anak yang dilecehkan secara seksual, dieksploitasi dan diperkosa," demikian dalam surat itu.
        
NCOSE, yang juga telah meluncurkan sebuah petisi dalam jaringan yang meminta agar serial tersebut dihentikan, mengatakan bahwa setiap anak di bawah umur yang melakukan hubungan seks komersial adalah korban perdagangan seks.
        
Surat tersebut menuduh pertunjukan tersebut mengabadikan sebuah mitos bahwa pelacuran adalah petualangan kewirausahaan yang glamor.
        
"Jika eksekutif Netflix lebih peduli tentang mengakhiri eksploitasi seksual dalam momen #MeToo ini daripada mendapatkan keuntungan dari tema eksploitasi seksual, mereka akan segera membatalkan produksi pertunjukan ini," kata Thompson.
        
Jutaan wanita telah beralih ke media sosial untuk berbagi cerita tentang pelecehan seksual menggunakan tagar #MeToo setelah beberapa tuduhan pembunuhan menimpa pesohor film Harvey Weinstein pada tahun lalu. 

Penerjemah : Devi/M  Anthoni
Editor: Hisar Sitanggang
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar