Pejabat Lampung Timur harus tinggal di daerah

id wabup lamtim zaiful, pejabat eselon ii, wakil bupati, lampung timur, zaiful bukhori

Pejabat Lampung Timur harus tinggal di daerah

Wakil Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari (FOTO: Antaralampung.com/Muklasin)

Mulai tahun 2018 seluruh pejabat eselon II harus tinggal di Lampung Timur, kata Zaiful
Lampung Timur (Antaranews Lampung) - Wakil Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari mewajibkan jajaran ASN eselon II atau para kepala SKPD/dinas/kepala bagian untuk tinggal dan menetap di Lampung Timur atau daerah setempat mulai tahun 2018 ini.

"Mulai tahun 2018 seluruh pejabat eselon II harus tinggal di Lampung Timur," kata Zaiful Bokhari dipantau dalam akun media sosialnya, Jumat.

Wakil bupati itu menegaskan, jika masih ditemukan ada pejabat eselon II yang tidak tinggal di Lampung Timur dia menyatakan dirinya dan bupati akan mengevaluasi kembali jabatan pejabat tersebut.

"Kita tidak akan main-main, dan saya tidak akan mencabut apa yang saya sampaikan. Itu adalah komitmen antara wakil bupati dan bupati," katanya.

Menurut Zaiful semua itu dilakukan demi kemajuan Lampung Timur yang sekarang tengah berbenah memperbaiki diri.

Unggahan video dalam media sosialnya itu mendapat sejumlah komentar positif dari netizen di antaranya akun Fikri Fadel. Dia berkomentar "Perintah Bupati kepada pejabat khususnya eselon 2 untuk tinggal di Lampung Timur itu sudah dari zaman Bupati pertama Irfan N, Tapi kenyataannya tidak terlaksana mudah-mudahan instruksi Bupati dan wakil bupati yang sekarang akan dilaksanakan oleh pejabat yang ada di Lampung Timur,".

Imbauan wakil bupati Zaiful Bokhari ini juga mendapat apresiasi positif dari anggota DPRD Lampung Timur Faisal Riza dari Fraksi Partai Nasdem.

"Kita apresiasi ini, ini adalah langkah yang baik," ujarnya.

Faizal Riza berharap imbauan itu dapat diikuti sanksi yang tegas bagi kepala SKPD/kepala dinas yang tidak mengikuti imbauan itu.

"Sanksinya apa, dan ada langkah konkretnya. Jadi harus jelas karena dulu sudah ada imbauan tapi tidak juga dilaksanakan," ujarnya.

Menurut Faisal sepanjang tahun 2016/2017 masih banyak kepala SKPD/kepala dinas tidak menempati rumah dinas yang disediakan dan sangat disayangkan jika rumah dinas yang dibangun dari uang rakyat terbengkalai karena tidak ditinggali.

Zaiful mengatakan, demi mewujudkan tata kelola pemerintahan yang baik, langkah pertama yang dilakukan adalah meminta pejabat di setiap SKPD setempat untuk tinggal di Lampung Timur.

Dia beralasan sebelumnya banyak pejabat di daerahnya yang tinggal di luar daerah yang berakibat terganggu pelayanan publik, sehingga masyarakat meminta para pejabat SKPD tersebut tinggal dan menetap di Lampung Timur.

Ia mengingatkan jajarannya agar siap mematuhi aturan itu, dan akan ada sanksi tegas bagi setiap pejabat yang tidak mematuhinya.

"Mulai bulan depan apabila ingin menjabat di Lampung Timur harus siap tinggal di Lampung Timur, jika tidak selamat tinggal dari Lampung Timur," ujarnya menegaskan.

Mantan anggota DPRD Lampung Timur dari Partai Demokrat itu mengatakan, tidak ingin mengulangi kesalahan masa lalu sehingga berdampak buruk bagi masyarakat karena dia menginginkan Lampung Timur menjadi lebih baik.

"Kalau bukan kita siapa lagi yang akan memperbaiki," ujarnya lagi.

Sebelumnya, Agustus 2016 lalu, Zaiful Bokhari juga pernah meminta pejabat setiap satuan kerja perangkat daerah di bawah kepemimpinan Bupati Chusnunia Chalim dan dirinya harus tinggal dan menetap di kabupaten ini jika masih ingin menjabat.

"Konsentrasi Pemerintahan Kabupaten Lampung Timur di bawah kepemimpinan ibu Chusnunia dan saya sebagai Wakil Bupati, kami akan mencoba memperbaiki tata kelola Pemerintahan Kabupaten Lampung Timur yang kita cintai, terutama tata kelola pemerintahnya," ujar Zaiful, di Sukadana Kabupaten Lampung Timur, Selasa (2/8/16).

Tentu publik berharap apa yang disampaikan Wakil Bupati Zaiful Bokhari yang kedua kalinya meminta para kepala dinas tinggal di Lampung Timur dapat dibuktikan sehingga tidak mengulang imbauan serupa untuk yang ketiga kalinya.
 
Pewarta :
Editor : Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2019

Komentar