57.000 Anak Lampung masuk program Indonesia Pintar

id sutono dan kibar indonesia, sekdaprov lampung, sutono

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono saat audiensi dengan Kibar Indonesia di ruang rapat Sekda, Rabu (3/1) (Foto: Humas Provinsi Lampung)

Sesuai arahan gubernur, pemprov bekerja sama dengan Kibar Indonesia melalui Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung. Kita ingin anak-anak yang putus sekolah berumur 18-21 yang memiliki KIP mendapatkan pelatihan agar dilatih keterampilan, ujar Sutono
Bandarlampung (Antaranews Lampung) - Pemerintah Provinsi Lampung sedang mengupayakan sebanyak 57.000 anak putus sekolah di daerah setempat masuk dalam Program Indonesia Pintar.

"Program itu juga merupakan bagian dari Nawa Cita dan revolusi mental Presiden Joko Widodo," kata Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono, di Bandarlampung, Rabu (3/1).

Ia mengatakan bahwa dalam pembangunan sumber daya manusia pemerintah memberikan bantuan keterampilan dan keahlian untuk anak putus sekolah.

Namun lanjutnya, dengan persyaratan harus memiliki kartu KIP (Kartu Indonesia Pintar), tidak sedang belajar atau putus sekolah.

"Sesuai arahan gubernur, pemprov bekerja sama dengan Kibar Indonesia melalui Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung. Kita ingin anak-anak yang putus sekolah berumur 18-21 yang memiliki KIP mendapatkan pelatihan agar dilatih keterampilan," ujar Sutono.

Selain itu, nantinya anak-anak tersebut akan mendapatkan pelatihan selama 150 jam dan dibekali uang saku sebesar Rp3.700.000/orang.?

Sutono berharap pelatihan ini akan mengajarkan anak putus sekolah mempelajari sistem untuk bercocok tanam, karena usaha yang paling menguntungkan itu hortikultura.

"Nanti kalau bisa ruang lingkupnya selain Indutri juga pertanian dan ini tentu saja program gubernur Lampung untuk penuntasan kemiskinan, menciptakan lapangan kerja baru, dan juga peningkatan kemampuan SDM supaya di siap pakai," kata Sutono.

Sekdaprov juga mengatakan Menteri Pendidikan mengharapkan program ini berjalan lancar, dan dapat membuat masyarakat Lampung, terutama yang putus sekolah, dapat terdidik.

"Harapannya anak-anak muda kita yang putus sekolah ini punya wirausaha ke depannya. Juga memiliki keterampilan dan pengetahuan. Nanti akan kita dukung besar-besaran. Kita gunakan fasilitas balai latihan kerja dan lembaga pelatihan kerja," tambah Sutono.
 
 
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar