Enam Pelajar Rampas Sepeda Motor Ditangkap Polisi

id enam pelajar ditangkap polisi, pelajar rampas motor, kompol bismark, kapolsek kedaton

Enam pelajar pelaku perampasan sepeda motor saat berada di mapolsek Kedaton, Jumat (15/12) (FOTO : Antaralampung.com/Ardiansyah)

...Modus para pelaku dengan cara mencegat korban, dan mengajak korban berkelahi dan menganiayanya hingga korban tak sadarkan diri," ujarnya...
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Sebanyak enam pelajar pelaku pencurian sepeda motor disertai kekerasan, berhasil ditangkap aparat Kepolisian Sektor Kedaton Bandarlampung, empat di antara pelaku bahkan masih dibawah umur.

Para pelaku ditangkap di kediamannya masing-masing dan saat ini masih menjalani pemeriksaan di Polsek Kedaton, kata Kapolsek Kedaton Kompol Bismark di Bandarlampung, Jumat.

Keenam pelaku yaitu, Am (15) yang bertugas mengambil motor, Ay (15) yang merencanakan pencurian, RA (15), HS (17) yang memukul korban dan SR (17) serta YF (14) yang masih duduk bangku SMP. Para pelaku masih berstatus pelajar di Kota Bandarlampung.

Kapolsek mengatakan, para pelaku merupakan pelajar, dan beberapa di antaranya masih dibawah umur, mereka sudah berencana untuk melakukan pencurian dengan kekerasan terhadap korban.

"Modus para pelaku dengan cara mencegat korban, dan mengajak korban berkelahi dan menganiayanya hingga korban tak sadarkan diri," ujarnya.

Para pelaku beraksi pada Minggu malam (10/12) di Jalan Sultan Agung dengan merampas dan membawa kabur motor korban Saman Suidan, warga Dusun Muji Mulyo, Kelurahan Muara Putih, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan.

Menurut Bismark, para pelaku menggunakan empat sepeda motor dengan berboncengan mencari korbannya, saat malam hari mereka berencana mengambil sepeda motor korban.

"Jadi mereka ini sudah sejak malam berencana melakukan tindak pidana yaitu mengambil motor orang dengan modus mencegat dan memukul korban hingga pingsan. Mereka lakukan ini dengan sadar. Pelaku ditangkap di tempat berbeda," katanya.

Usai beraksi, lanjut Kapolsek, sepeda motor Yamaha Mio milik korban Saman Suidan (24), warga Dusun Muji Mulyo, Kelurahan Muara Putih, Kecamatan Natar, Kabupaten Lampung Selatan, dibawa kabur oleh para pelaku. Peristiwa itu terjadi pada Minggu malam (10/12) di Jalan Sultan Agung.

Saat ditanya, YF (14) salah seorang pelaku yang masih berstatus siswa SMP negeri di Bandarlampung mengaku peristiwa tersebut terjadi saat dirinya bersama kelima rekannya sedang nongkrong. Ide perampasan itu muncul dari rekannya AY (15).

"Saya cuma diajak aja, yang merencanakan itu AY, dia bilang katanya monok (merampas) yuk. Kemudian teman saya yang lain menyetujuinya. Kalau saya cuma di atas motor aja," katanya di Mapolsekta Kedaton.

YF menuturkan, dalam aksinya dirinya bersama lima rekannya, yakni AM, AY, RA, HS dan SR dengan modus mencari masalah terlebih dahulu dengan korban kemudian mengajak ribut untuk berkelahi.

Dia mengatakan, SR kemudian bertugas menjadi orang yang terlebih dahulu membuat perkara sehingga terjadi perkelahian. "SR dan RA itu awalnya geber-geber motor di depan korban, terus korban terpancing lalu mengejar, sedangkan teman saya yang lain mengikuti dari belakang," terangnya.

SR dan RA saling senggol di jalan dengan korban, akhirnya korban diberhentikan dan terjadilah keributan. "Saat terjadi keributan kami di belakang langsung menghampiri korban dan HS langsung memukul korban terus kami gebukin," jelasnya.

Dia mengaku hasil penjualan sepeda motor dibagi rata. Motornya dijual seharga Rp2,1 juta. Saya cuma dapat bagian Rp350 ribu dan uangnya saya gunakan untuk memperbaiki motor.
(ANTARA)
Pewarta :
Editor: Edy Supriyadi
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar