Pertamina Sumbagsel Tambah 1,5 Juta Elpiji 3 Kg

id elpiji 3 kg aman

Ilustrasi elpiji 3 kg. ( ANTARA FOTO/Galih Pradipta)

...Pertamina memberikan tambahan pasokan elpiji 3kg sebanyak lebih dari 1,5 juta tabung untuk lima provinsi yang ada di Sumbagsel dengan menugaskan kepada 272 SPBU menyediakan outlet penjualan gas, kata Erwin...
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Pertamina Sumatera Bagian Selatan (Sumbagsel) menambah pasokan sebanyak 1,5 juta tabung elpiji 3 kilogram untuk lima provinsi di kawasan tersebut.

"Pertamina memberikan tambahan pasokan elpiji 3kg sebanyak lebih dari 1,5 juta tabung untuk lima provinsi yang ada di Sumbagsel dengan  menugaskan kepada 272 SPBU menyediakan outlet penjualan gas," kata General Manager Marketing Operation Region (MOR) II Pertamina Sumbagsel, Erwin Hiswanto, dalam rilis yang diterima di Bandarlampung, Rabu.

Ia menyebutkan, hasil pantauan, harga eceran tertinggi (HET) untuk wilayah Sumbagsel juga masih terkendali dan pasokan dalam kondisi aman.

Pihaknya juga membentuk satuan penugasan (Satgas) BBM dan LPG guna memantau ketersediaan BBM dan LPG. Satgas ini bertugas di seluruh Indonesia terhitung sejak 11 Desember 2017 hingga 7 Januari 2018. Bahkan guna menghadapi lonjakan konsumsi pada Natal dan Tahun Baru ini, Pertamina Sumbagsel juga melakukan penambahan pasokan mencapai lima persen untuk BBM dan 12 persen untuk LPG 3kg.

Menurutnya, tugas Satgas tersebut di penghujung tahun ini akan mengawal ketersediaan LPG dan BBM aman.

"Momentum hari libur Natal dan tahun baru 2018, Pertamina MOR II Sumbagsel, menyiapkan penambahan pasokan. Khusus untuk Provinsi Lampung penambahan BBM tidak terlalu signifikan hanya sekitar lima persen dari rata-rata bulanan. Sedangkan LPG 3 Kg, Pertamina memberikan penambahan sekitar 13.250 tabung LPG 3 kg per hari," jelasnya.

General Manager Marketing Operation Region (MOR) II Sumbagsel, itu menjelaskan, guna memperlancar jalur distribusi LPG 3 Kg, Bright Gas 5.5 kg, elpiji 12 kg, Pertamina juga menugaskan 87 SPBU di Provinsi Lampung untuk menjual varian gas tersebut.

Operasi pasar juga sudah mulai dilaksanakan pada 11 hingga 18 Desember 2017 dalam rangka pasar murah HBKN (Hari Besar Keagamaan Nasional) bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi Lampung.

Dari hasil pengamatan Pertamina pada operasi pasar pada hari pertama dan kedua yang diselenggarakan di sembilan lokasi Kabupaten Lampung Selatan (Kecamatan Rajabasa, Katibung, Candipuro, Penengahan, Kalianda, Sragi, Bakauheni, Sidomulyo), hanya sebanyak 3.777 tabung LPG 3 kg yang laku terjual dari 5.040 tabung yang disiapkan.

"Data ini memperlihatkan bahwa, tabung LPG 3 kg tidak habis terjual, boleh jadi masyarakat merasa masih cukup dengan stok LPG yang ada di masyarakat," kata Erwin.

Sementara itu, menurut Erwin bahan bakar avtur diprediksi meningkat namun tidak lebih dari enam persen. Saat ini ada kecenderungan masyarakat memilih menggunakan armada pesawat guna menghemat waktu perjalanan.

Erwin melanjutkan, pada usia Pertamina yang ke 60 tahun ini juga, Pertamina mendapatkan amanah penugasan BBM satu Harga di 154 lokasi. Khusus wilayah Sumbagsel ada lima titik yang akan mendapatkan program BBM satu harga.

"Pada 8 Desember yang lalu, Menteri ESDM baru saja meresmikan program BBM satu Harga di Pulau Enggano Bengkulu. Pada 2018 akan segera menyusul empat lokasi lainnya yaitu Nibung - Musi Rawas, Lemong Pesisir Barat - Lampung, Lalan Musi Banyuasin - Sumsel, Suoh - Lampung Barat. Untuk mencapai lokasi ini mobil tanki Pertamina harus menempuh perjalanan darat atau laut yang jarak tempuhnya lebih dari 130 km," jelasnya.

Karena itu, Erwin berharap dan menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan seluruh pihak yang telah memberikan dukungan penuh terhadap kerja Pertamina.

"Kami akan selalu mengupayakan yang terbaik untuk negeri ini," tambahnya.

(ANTARA)


Pewarta :
Editor: Budisantoso Budiman
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar