Waykanan Segera Lakukan Imunisasi Serentak Cegah Difteri

id kepala dinas kesehatan waykanan, farida

Kepala Dinas Kesehatan Way Kanan Farida Aryani. (Foto Antaralampung.com/Emir FS/Dok)

...Kita akan panggil para kepala puskesmas. Kita akan segera lakukan imunisasi serentak untuk mengantisipasi penyebaran penyakit difteri yang kini marak terjadi beberapa daerah di Indonesia, kata Farida...
Waykanan, Lampung (ANTARA LAMPUNG) - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Waykanan, Provinsi Lampung, Farida Aryani mengatakan, pihaknya segera memanggil seluruh kepala Puskesmas untuk membahas imunisasi serentak guna mencegah berkembangnya difteri.

"Kita akan panggil para kepala puskesmas. Kita akan segera lakukan imunisasi serentak untuk mengantisipasi penyebaran penyakit difteri yang kini marak terjadi beberapa daerah di Indonesia," kata Farida di Waykanan, Selasa.

Imunisasi ini perlu segera dilakukan, khususnya kepada balita dan anak-anak, apalagi menurut informasi telah ada warga di beberapa daerah terduga terkena difteri yang meninggal dunia.

Kabupaten Waykanan harus terbebas dan mencegah berkembangnya penyakit yang telah menjadi kejadian luar biasa (KLB) di beberapa daerah itu, ujar Farida.

Dinas Kesehatan dan jajaran puskesmas akan menggelar rapat untuk melakukan kegiatan imunisasi serentak di Kabupaten Waykanan. Imunisasi kemungkinan tidak hanya dilakukan di puskesmas tapi juga di posyandu, klinik, rumah sakit, bidan, sekolah dan beberapa tempat kesehatan lainnya.

"Kita akan melakukan `jemput bola` agar semua balita dan anak-anak bisa mendapatkan vaksin pencegahan difteri tersebut," kata Farida.

Ia minta kepada para petugas kesehatan hingga bidan desa lebih pro aktif melakukan jemput bola sekaligus melakukan sosialisasi kepada masyarakat untuk mencegah difteri.


Gratis

Farida menjelaskan, imunisasi difteri ini akan diberikan secara gratis, ini merupakan pelayanan kesehatan yang diberikan oleh Pemkab Waykanan kepada seluruh masyarakat yang ada.

Difteri adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri "corynebacterium diphtheriae. Penyebaran bakteri ini dapat terjadi dengan mudah, terutama bagi orang yang tidak mendapatkan vaksin difteri.

Ada sejumlah cara penularan yang perlu diwaspadai, seperti terhirup percikan ludah penderita di udara saat penderita bersin atau batuk, barang-barang yang sudah terkontaminasi oleh bakteri, contohnya mainan atau handuk dan sentuhan langsung pada luka borok akibat difteri di kulit penderita.

Penularan ini umumnya terjadi pada penderita yang tinggal di lingkungan yang padat penduduk dan kebersihannya tidak terjaga.

Difteri umumnya memiliki masa inkubasi atau rentang waktu sejak bakteri masuk ke tubuh sampai gejala muncul 2-5 hari. Gejala-gejala dari penyakit ini meliputi, terbentuknya lapisan tipis berwarna abu-abu yang menutupi tenggorokan dan amandel.

Selain itu, demam dan menggigil, sakit tenggorokan dan suara serak, sulit bernapas atau napas yang cepat, pembengkakan kelenjar limfe pada leher.

"Segera periksakan diri ke dokter jika melihat gejala-gejala di atas. Penyakit ini harus diobati secepatnya untuk mencegah komplikasi," tegasnya.

Pencegahan untuk penyakit ini adalah dengan vaksin, pencegahan difteri tergabung dalam vaksin DTP.
(ANTARA)
Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2018

Komentar