Stok Ikan Teri Asin Masih Cukup

id teri asin, teri

Ilustrasi. Sarnoto, perajin dan agen ikan teri asin di Pulau Pasaran, sedang mengecek kekeringa ikan asinnya beberapa waktu lalu. (ANTARA LAMPUNG/Hisar Sitanggang)

Bandarlampung,  (ANTARA Lampung) - Stok ikan teri asin di Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung masih tercukupi dalam satu pekan meskipun nelayan di wilayah itu sudah empat hari tidak melaut.

"Sudah empat hari sejak masuknya angin dahlia nelayan di pesisir Teluk Lampung tidak melaut," kata Saputra, seorang nelayan di Pesisir Teluk Lampung, Bandarlampung, Senin.

Dia mengatakan, angin dahlia berdampak sangat luar biasa bagi kehidupan para nelayan di Pesisir Teluk Lampung.

Ia melanjutkan, menjelang kedatangan angin dahlia nelayan yang ada di Pulau Pasaran masih banyak yang melaut tapi pendapatannya menurun.

"Awalnya nelayan Pulau Pasaran yang tangkapan paling banyak adalah ikan teri, masih berani melaut padahal angin sudah sangat kencang saat itu," kata dia.

Pada lima hari lalu terakhir melaut, nelayan hanya mendapatkan 200 kilogram ikan teri yang biasanya bisa mendapatkan 500 kilogram.

"Kami mengalami penurunan 30 persen, untuk stok ikan teri yang sudah diasinkan masih terbilang cukup aman," katanya.

Hal senada disampaikan, Asroni nelayan Pulau Pasaran mengatakan stok ikan asin teri masih aman untuk tiga hari kedepan bila ingin dikirim ke Jakarta.

"Meskipun saya dan teman-teman gak melaut, tapi stok untuk ikan asin dan teri yang dikirim ke pasaran baik di Bandarlampung hingga ke Jakarta juga masih aman," katanya.

Ia mengatakan, nelayan sengaja tidak melaut untuk menghindari cuaca buruk yang terjadi belakangan hari terakhir.

Nelayan di Pulau Pasaran melaut sejak pukup 17.00 WIB hingga pukul 07.00 WIB keesokan harinya.

Dalam satu kali melaut bisa mendapatkan ikan teri hingga 30 dus, tapi belakangan ini hanya mendapatkan setengahnya.

"Setiap dus berisi 20 kilogram ikan teri," kata dia.

Ia mengharapkan, cuaca bisa kembali normal agar nelayan bisa melaut, sebab penghasilan sehari-hari didapatkan dari melaut.
Pewarta :
Editor: Triono Subagyo
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar