Pemprov Lampung Serahkan 3.000 Bantuan Stimulan Rumah

id sutono dan hut korpri, sutono, sekdaprov lampung, hut korpri 2o17

Sekretaris Daerah Provinsi Lampung, Sutono (kiri) pada upacara HUT ke-46 KORPRI Tahun 2017, di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, di Bandarlampung. (FOTO: Humas Pemprov Lampung)

...Tahun ini Lampung mendapat alokasi 3.000 unit bedah rumah dan pada 2018 mendatang naik menjadi 5.000 rumah, ujar Sutono...
Bandarlampung (ANTARA LAMPUNG) - Pemerintah Provinsi Lampung secara simbolis menyerahkan bantuan rehabilitasi rumah tidak layak huni kepada 3.000 rumah di delapan kabupaten melalui program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS).

Bantuan diserahkan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Sutono pada upacara peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-46 Korps Pegawai Republik Indonesia (Korpri) tahun 2017, di Lapangan Korpri Kantor Gubernur Lampung, Bandarlampung, Rabu (29/11).

Kedelapan Kabupaten tersebut yakni Lampung Selatan sebanyak 280 rumah, Lampung Utara (513), Mesuji (504), Pesawaran (464), Pringsewu (397), Tulangbawang Barat (409), Way Kanan (219) dan Pesisir Barat 214 rumah.

Pemerintah Provinsi Lampung juga mengajak Real Estat Indonesia di daerah tersebut untuk mempercepat penyediaan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah.

Sutono menjelaskan hingga sekarang, masih ada 93.725 warga Lampung tinggal di rumah tidak layak huni.

Pemprov Lampung, lanjutnya, juga meminta REI memperluas gerakan sejuta rumah yang dicanangkan Presiden Joko Widodo melalui Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP).

Upaya tersebut, sejalan dengan Program Bantuan Stimulan Perumahan Swadaya (BSPS) yang dijalankan Pemprov Lampung bersama Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

"Tahun ini Lampung mendapat alokasi 3.000 unit bedah rumah dan pada 2018 mendatang naik menjadi 5.000 rumah. Ini belum cukup. Karena itu, saya mengajak REI terus mengembangkan rumah bagi masyarakat berpenghasilan rendah," ujarnya lagi.

Sementara itu, pada peringatan Hari Korpri, Sutono mengatakan Korpri harus menjadi pilar utama pemersatu bangsa dan negara Indonesia dengan aparatur sipil negara sebagai agen perekat Kebhinekaan.

"Kita ingin Korpri menjadi organisasi dengan budaya yang penuh inovasi dan kreativitas, yang moderen dan efisien dan melayani dengan semangat Pancasila," kata Sutono.

Sutono mengatakan di era persaingan terbuka saat ini, banyak tantangan harus dihadapi. Seperti, inovasi dan perkembangan teknologi global dan Korpri harus benar-benar memahami peta kompetisi.

(ANTARA)

Pewarta :
Editor: Samino Nugroho
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar